JAKARTA – Fenomena hujan deras yang melanda Jakarta bersamaan dengan pasang maksimum air laut fase Perigee dan Bulan Baru mengakibatkan genangan di sejumlah titik di ibu kota. Hingga Selasa (8/7/2025) pukul 10.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Jakarta melaporkan bahwa genangan masih terjadi di 55 rukun tetangga (RT) yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta.
Berdasarkan siaran pers Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena rob yang dipicu oleh pasang maksimum air laut ini berlangsung sejak 4 hingga 13 Juli 2025. Dampaknya sangat terasa pada ketinggian air di pesisir utara Jakarta.
Pada Senin (7/7/2025), Pintu Air Pasar Ikan sempat berstatus Siaga 2 pada pukul 14.00 WIB, sedangkan hujan lebat juga meningkatkan status Pos Pantau Angke Hulu menjadi Waspada pada pukul 05.00 WIB. Status ini kemudian naik menjadi Siaga 2 pada pukul 20.00 WIB dan mencapai Siaga 1 atau Bahaya pada pukul 22.00 WIB.
Di beberapa titik, seperti Pos Pantau Sunter Hulu, Bendung Katulampa, serta Pintu Air Manggarai dan Pintu Air Karet, status kewaspadaan juga mengalami peningkatan seiring dengan naiknya debit air.
Genangan Terjadi di Berbagai Wilayah
Wilayah Jakarta Barat menjadi salah satu yang paling terdampak, dengan 19 RT mengalami genangan. Kelurahan Duri Kosambi, Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, dan Semanan tercatat terendam air setinggi 30 hingga 80 cm akibat kombinasi curah hujan yang tinggi dan luapan kali setempat.
Selain itu, wilayah Kedoya Selatan, Joglo, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara juga mengalami genangan serupa, sebagian besar disebabkan oleh luapan Kali Angke, Kali Cengkareng, Kali Pesanggrahan, dan Kali Gebyuran.
Di Jakarta Selatan, 6 RT tergenang, dengan ketinggian air yang bervariasi antara 30 hingga 80 cm di Kelurahan Bangka, Rawa Jati, dan Jati Padang. Sementara itu, di Jakarta Timur, genangan meluas hingga 28 RT, dengan wilayah terdampak antara lain Kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan. Ketinggian air di daerah ini mencapai 50 hingga 160 cm akibat meluapnya Kali Ciliwung.
Dampak Genangan terhadap Infrastruktur dan Mobilitas
Genangan juga mempengaruhi sejumlah ruas jalan utama di Jakarta Barat. Beberapa ruas jalan utama, seperti Jalan Raya Daan Mogot KM 11, Jalan Bojong Indah Raya di Rawa Buaya, serta Jalan Adi Karya di Kedoya Selatan, tergenang air setinggi 20 hingga 40 cm. Genangan ini berpotensi mengganggu mobilitas warga dan aktivitas perekonomian di wilayah tersebut.
Upaya Penanganan dan Bantuan kepada Korban
Sebagai langkah penanganan, BPBD DKI Jakarta bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk menyedot air serta memastikan sistem drainase tetap berfungsi dengan baik. Aparat wilayah seperti lurah dan camat juga dilibatkan untuk memantau langsung perkembangan genangan dan menyiapkan bantuan untuk warga yang terdampak.
Selain itu, enam lokasi pengungsian telah dibuka untuk menampung warga yang terdampak, antara lain di Masjid Al Ridwan, Musholla Sabili, dan Masjid Al Mujahidin di Kelurahan Jati Padang, serta beberapa titik lainnya di Pejaten Barat dan Pondok Labu. Total warga yang mengungsi tersebar di lokasi-lokasi tersebut, dengan jumlah mencapai puluhan hingga ratusan jiwa.
Pemantauan dan Waspada Hujan Susulan
Meskipun beberapa wilayah yang sempat terendam genangan telah surut, BPBD DKI Jakarta tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan genangan yang mungkin terjadi. Masyarakat juga diharapkan untuk memantau informasi resmi melalui kanal BPBD di media sosial dan menghubungi nomor darurat 112 jika menghadapi keadaan darurat.
BPBD DKI Jakarta terus memantau perkembangan situasi banjir dan genangan di ibu kota, dengan pembaruan informasi yang dilakukan secara berkala.