JAKARTA – Menjelang pelaksanaan ibadah haji 2026, Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) mempercepat langkah transformasi kelembagaan dan penguatan sumber daya manusia (SDM). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pematangan sistem tata kelola haji nasional yang lebih profesional dan inklusif.
Fokus utama BP Haji saat ini mencakup penataan struktur organisasi dari tingkat pusat hingga daerah, menyusul rencana pengesahan revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
Wakil Kepala BP Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan bahwa penataan ini juga mencakup pergeseran SDM perhajian yang selama ini berada di bawah Kementerian Agama.
“Kami sedang mematangkan proses pergeseran SDM perhajian dari Kementerian Agama baik di pusat, wilayah, hingga daerah. Bersamaan itu, kami juga menyiapkan skema rekrutmen SDM fungsional dan struktural BP Haji yang lebih terbuka, termasuk melibatkan SDM lintas agama,” ujar Dahnil, Jumat (18/7/2025).
Menurutnya, keterlibatan SDM lintas agama merupakan bagian dari komitmen BP Haji dalam membangun sistem birokrasi yang mencerminkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat kebhinekaan.
“Sebagai otoritas tunggal penyelenggaraan haji, BP Haji dibentuk Presiden tidak hanya untuk menghadirkan tata kelola yang profesional dan berintegritas, tapi juga menjadi simbol semangat kebangsaan sebagaimana spirit para Haji-Haji pendiri bangsa yang membawa pulang semangat kebangsaan, persatuan dan kebhinekaan dari Tanah Suci,” jelasnya.
Selain memperluas basis rekrutmen, BP Haji juga menekankan prinsip inklusivitas, termasuk keterwakilan perempuan dalam struktur organisasi.
“Saat ini struktur BP Haji sudah diisi oleh SDM profesional dari berbagai latar belakang kementerian dan lembaga seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan, TNI, Polri, dan ke depan juga dari Kementerian Kesehatan. Ini bukti bahwa BP Haji merupakan rumah bersama, yang dibangun atas dasar Semangat integritas, Profesionalitas, dan Dedikasi untuk kebangsaan,” imbuh Dahnil.
Seluruh proses transformasi tersebut, kata dia, akan dilakukan secara bertahap dan terukur untuk memastikan pelayanan haji yang lebih efisien, aman, dan nyaman bagi jemaah.