JATIM – Seorang pria berseragam TNI terekam mengendarai sepeda motor di jalur khusus mobil Jembatan Suramadu saat Operasi Patuh Semeru 2025 berlangsung. Aksinya viral di media sosial dan menuai kritik tajam karena dinilai mencoreng citra institusi militer.
Dalam video yang diunggah oleh warga, terlihat pengendara motor melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Bangkalan menuju Surabaya melalui jalur tengah yang hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda empat. Pria tersebut mengenakan seragam lengkap dengan atribut TNI.
“Ini aparat, loh,” terdengar suara perekam video menyindir tindakan pengendara itu.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Taufik Arief, memberikan tanggapan atas kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya sedang memverifikasi keaslian video dan memastikan apakah orang yang bersangkutan benar anggota TNI AL atau bukan.
“Kami masih mendalami kasus ini. Jika terbukti anggota TNI AL, akan ada tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujar Taufik saat dikonfirmasi, Sabtu (19/7/2025).
Ia menambahkan bahwa masyarakat diminta tidak langsung menyimpulkan sebelum hasil penyelidikan diumumkan secara resmi.
Pelanggaran Jalur dan Aturan di Jembatan Suramadu
Jembatan Suramadu, penghubung antara Surabaya dan Bangkalan, memiliki regulasi ketat mengenai penggunaan jalur. Jalur tengah dikhususkan untuk kendaraan roda empat ke atas, sedangkan sepeda motor wajib melalui jalur samping. Melanggar aturan ini tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
Insiden ini terjadi di tengah pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025, yang bertujuan menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas di wilayah Jawa Timur. Tindakan pengendara berseragam tersebut dinilai warganet sebagai contoh buruk dari seorang yang seharusnya menjadi panutan.
Kejadian Serupa Terjadi di Jalur Motor
Tak hanya pengendara motor di jalur mobil, kejadian serupa juga terjadi di jalur motor. Sebuah city car tertangkap kamera melintas di lajur khusus roda dua, yang tentunya melanggar peraturan lalu lintas. Situasi ini menambah kekhawatiran masyarakat mengenai lemahnya penegakan aturan di kawasan Jembatan Suramadu.
Menanggapi hal ini, Satlantas Polres Bangkalan menyatakan akan memperketat pengawasan. Kepala Satuan Lalu Lintas, AKP Diyon, mengatakan bahwa pihaknya akan memaksimalkan pemantauan CCTV dan menerapkan tilang elektronik jika kendaraan pelanggar berhasil teridentifikasi.
Ajakan untuk Tertib Berlalu Lintas
Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama. Jembatan Suramadu merupakan salah satu jalur vital dengan lalu lintas padat, sehingga disiplin berkendara sangat penting. Warga juga didorong untuk melaporkan pelanggaran melalui kanal resmi agar dapat segera ditindaklanjuti.