Menteri BUMN, Erick Thohir, bersama CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, dan COO Danantara, Dony Oskaria, menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu, 23 Juli.
Agenda utama dalam rapat ini adalah pemaparan peta jalan (roadmap) serta rencana kerja dan anggaran Danantara sebagai holding operasional di bawah Kementerian BUMN.
Dalam forum tersebut, Erick Thohir menegaskan bahwa pembagian tugas antara Kementerian BUMN dan Danantara telah terstruktur dengan jelas, meliputi restrukturisasi bisnis strategis seperti kereta cepat, maskapai penerbangan, baja, asuransi, BUMN karya, rumah sakit, hotel, pupuk, hingga sektor hilirisasi minyak.
Sementara itu, CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa Danantara telah mendapatkan respon positif dari komunitas global. Hal ini ditandai dengan banyaknya proyek dan minat kerja sama dari berbagai pihak internasional.
Salah satu inisiatif teranyar adalah kolaborasi antara Danantara dan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, yang menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan dan memperkuat investasi jangka panjang.
Rosan menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari langkah strategis Danantara dalam menjalin kemitraan dengan investor global berskala besar, guna memperkuat ekosistem bisnis BUMN ke depan.
Laporan Tim Liputan Parlemen | Garuda TV
Caption | Admin: Raihana