VALENCIA, SPANYOL – Sebanyak 52 penumpang, termasuk 44 anak-anak, yang merupakan bagian dari kelompok Yahudi Prancis, dikeluarkan dari penerbangan Vueling Airlines rute Valencia-Paris pada Rabu (23/7) lalu. Insiden ini memicu kontroversi setelah Israel menuduh pengusiran dilakukan karena alasan agama, sementara maskapai membantah keras tuduhan tersebut, menyebut perilaku tidak tertib sebagai penyebab utama.
Menurut laporan polisi Spanyol dan pernyataan resmi Vueling, kelompok dari Kinneret Camp ini diturunkan karena dianggap mengganggu ketertiban di dalam pesawat.
“Para pemuda dari Kinneret Camp itu bersikap tidak kooperatif,” ujar pihak maskapai dalam pernyataan resminya
Maskapai menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak ada kaitannya dengan agama penumpang, melainkan murni karena pelanggaran aturan keselamatan penerbangan, termasuk perilaku agresif dan penyalahgunaan peralatan darurat.
Namun, tuduhan diskriminasi agama mencuat setelah beberapa pihak, termasuk akun X @ChiefRabbiPG, melaporkan bahwa kelompok ini dikeluarkan karena menyanyikan lagu-lagu berbahasa Ibrani.
“Shocked and outraged is an understatement. @Vueling ???????? removed a Jewish camp director & 50 kids from a flight—allegedly for singing in Hebrew. A crew member even called Israel a ‘terrorist state.’ Blatant antisemitism. Disgraceful and unacceptable,” tulis @ChiefRabbiPG di platform X.
Otoritas Prancis kini tengah menyelidiki kasus ini untuk memastikan apakah pengusiran tersebut memang melibatkan unsur diskriminasi agama.
Insiden ini menambah daftar panjang kontroversi terkait perlakuan terhadap penumpang berdasarkan identitas mereka di industri penerbangan.
Sebelumnya, kasus serupa pernah terjadi, seperti pengusiran penumpang Muslim di Amerika Serikat pada 2019 karena alasan yang dianggap diskriminatif.
Vueling, maskapai berbiaya rendah asal Spanyol, menegaskan komitmennya terhadap keamanan dan kenyamanan semua penumpang.
“Kami memiliki kebijakan nol toleransi terhadap kekerasan, baik verbal maupun fisik,” tulis Vueling dalam pernyataan resmi lainnya, seraya meminta publik menunggu hasil investigasi.
Kasus ini juga memicu reaksi di media sosial, dengan tagar terkait kejadian ini trending di X. Banyak pengguna mempertanyakan kebenaran di balik insiden tersebut, dengan beberapa mendukung tindakan maskapai dan yang lain mengecamnya sebagai bentuk antisemitisme.
“Whom do you believe here?” tulis akun @NewsForbiddenX, memicu diskusi sengit di kalangan netizen.
Sementara itu, pemerintah Israel mendesak otoritas Spanyol dan Prancis untuk segera mengusut tuntas insiden ini. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Kinneret Camp terkait kejadian tersebut.
Penyelidikan yang sedang berlangsung diharapkan dapat memberikan kejelasan atas kontroversi yang telah menyita perhatian publik internasional ini.