JAKARTA – Kebakaran dahsyat melanda permukiman padat penduduk di Jalan Guru Muhyin, RT 4/RW 7, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Minggu (27/7/2025) pagi.
Insiden tragis ini merenggut nyawa seorang wanita berinisial ES (48) dan menghanguskan tiga petak rumah kontrakan serta satu lapak barang bekas.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, M Yohan, menyatakan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik.
.
“Dugaan penyebab korsleting listrik. Objek terdampak 3 petak rumah kontrakan dan satu lapak barang bekas,” ujar Yohan dalam keterangannya.
Kobaran api yang bermula sekitar pukul 08.30 WIB dengan cepat meludeskan bangunan di kawasan tersebut. Sebanyak 22 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah, dan api baru berhasil dipadamkan pada pukul 12.02 WIB. Meski petugas berupaya keras, nyawa ES tidak terselamatkan. Jenazah korban kini telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk keperluan autopsi.
“1 orang meninggal dunia berinisial ES (48),” kata Yohan.
Berdasarkan laporan, kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Tiga petak kontrakan yang dihuni warga dan satu lapak rongsok menjadi puing, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar.
Seorang warga, Ningsih, mengungkapkan kepanikan saat kejadian.
Ia sedang mencuci di rumahnya ketika mendengar teriakan warga yang menyebut adanya kebakaran di lapak rongsok di depan rumahnya. “Kebakaran terjadi sekitar pukul 08.30 WIB,” ungkap Ningsih.
Sementara itu, Sugandi, pemilik lapak rongsok, mengaku tidak berada di lokasi saat kebakaran terjadi. Ia sedang berada di Cikarang, Bekasi, untuk menghadiri acara keluarga.
“Gak ada firasat sama sekali, pas subuh tadi saya pulang mau kondangan di Cikarang, Bekasi, jadi tak tahu kejadiannya,” ujar Sugandi.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan guna mencegah insiden serupa di masa depan.
Kebakaran di permukiman padat penduduk seperti di Lenteng Agung menjadi pengingat akan pentingnya pemeriksaan rutin instalasi listrik dan kewaspadaan warga terhadap potensi bahaya kebakaran.
Tragedi ini juga menambah daftar panjang insiden kebakaran mematikan di Jakarta, setelah kasus serupa terjadi di Tebet pada Juni 2025 dan di Koja pada November 2024.
Pihak berwenang mengimbau warga untuk segera melaporkan potensi bahaya kebakaran dan memastikan alat pemadam kebakaran ringan (APAR) tersedia di setiap rumah.
Masyarakat juga diminta untuk tidak menggunakan sambungan listrik yang tidak sesuai standar demi mencegah korsleting yang dapat memicu bencana.