JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian mengkhawatirkan di sejumlah wilayah Indonesia. Untuk mengatasi bencana ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di tiga provinsi yang terdampak parah, yaitu Riau, Sumatera Barat, dan Kalimantan Barat. Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan karhutla yang terus meluas akibat musim kemarau.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa kebakaran lahan gambut seluas 200 hektare terjadi di Desa Siran, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
“Meskipun lokasi kebakaran dekat dengan area permukiman warga Desa Muara Siran, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hingga Sabtu (26/7), terpantau masih tampak titik api dan asap yang cukup tebal,” ujarnya, Senin (28/7/2025).
Operasi Modifikasi Cuaca menjadi solusi strategis untuk memicu hujan buatan guna membasahi lahan gambut yang mudah terbakar.
Teknologi ini melibatkan penyemaian awan menggunakan bahan seperti natrium klorida (NaCl) untuk mempercepat pembentukan hujan di wilayah-wilayah rawan karhutla. BNPB bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI AU untuk memastikan efektivitas operasi ini.
Selain di tiga provinsi tersebut, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, menambah daftar wilayah yang terdampak. Menurut data BNPB, musim kemarau yang kering menjadi pemicu utama meluasnya titik api, diperparah oleh faktor manusia seperti pembakaran lahan yang tidak terkendali.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan satgas karhutla untuk mempercepat pemadaman dan mencegah dampak lebih luas,” tambah Abdul Muhari.
BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan titik api kepada pihak berwenang.
Langkah pencegahan ini diharapkan dapat mengurangi risiko kabut asap yang membahayakan kesehatan dan lingkungan.
Dengan teknologi modifikasi cuaca dan sinergi antarinstansi, pemerintah berupaya keras menekan angka karhutla yang terus meningkat di tengah ancaman musim kemarau 2025.