YOGYAKARTA – Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 1 Marinir TNI Angkatan Laut menggelar latihan intensif di Sleman, Yogyakarta, untuk mengasah kemampuan pengembangan teknologi drone tempur.
Fokus utama latihan ini adalah perakitan dan pemrograman drone kamikaze, senjata nirawak canggih yang dirancang untuk misi operasi khusus. Latihan ini melibatkan kolaborasi lintas matra TNI, menunjukkan sinergi strategis dalam memperkuat pertahanan nasional.
Komandan Yontaifib 1 Marinir, Letkol (Mar) Dave M.H. Lomboan, menjelaskan bahwa latihan ini mencakup tahapan krusial, mulai dari merakit hingga mengembangkan kode pemrograman untuk drone kamikaze.
“Kemudian, latihan dilanjutkan dengan simulasi penggunaan drone yang telah dirakit dan diprogramkan oleh prajurit,” ujar Dave, dalam keterangan resmi Pasmar 1, seperti dikutip pada Rabu (30/7/2025).
Drone kamikaze, dikenal sebagai senjata taktis yang mampu menyerang target dengan presisi tinggi, menjadi elemen penting dalam operasi militer modern. Teknologi ini memungkinkan serangan jarak jauh tanpa membahayakan prajurit, memberikan keunggulan strategis di medan tempur. Latihan di Sleman ini menegaskan komitmen TNI dalam mengadopsi teknologi mutakhir untuk menghadapi ancaman hibrida yang semakin kompleks.
Kegiatan ini juga menandai langkah signifikan TNI AL dalam pengembangan alutsista berbasis teknologi nirawak. Simulasi penggunaan drone kamikaze dalam latihan menunjukkan kesiapan prajurit untuk mengoperasikan senjata ini dalam skenario operasi khusus, seperti sabotase atau serangan presisi terhadap target strategis. Kolaborasi lintas matra, yang melibatkan personel Angkatan Darat, Laut, dan Udara, memperkuat interoperabilitas dan kemampuan tempur terpadu TNI.
Pengembangan drone kamikaze oleh Yontaifib 1 Marinir sejalan dengan upaya TNI untuk memodernisasi pertahanan nasional. Sebelumnya, TNI AL juga telah menunjukkan minat untuk memaksimalkan teknologi drone dan alat siber guna menghadapi ancaman modern, seperti yang disampaikan pada 2023 lalu. Dengan latihan ini, Indonesia semakin menegaskan posisinya dalam menguasai teknologi pertahanan mutakhir di kawasan.
Latihan di Sleman ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis prajurit, tetapi juga menjadi wujud nyata dedikasi TNI dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Keberhasilan simulasi drone kamikaze ini diharapkan dapat memperkuat daya deteren Indonesia di tengah dinamika geopolitik yang kian menantang.