JAKARTA – Negosiasi transfer Ademola Lookman dari Atalanta ke Inter Milan memasuki babak rumit.
Tawaran terbaru Nerazzurri sebesar 42 juta euro (sekitar Rp859 miliar) resmi ditolak, memperlihatkan bahwa Atalanta belum siap kehilangan ujung tombak andalannya pada bursa musim panas 2025.
Langkah Inter Milan untuk memboyong pemain timnas Nigeria itu tampaknya menemui jalan buntu.
Meski telah menaikkan penawaran dari 40 juta euro menjadi 42 juta euro, Atalanta menilai angka tersebut belum mencerminkan valuasi ideal sang pemain.
Klub yang bermarkas di Stadion Gewiss itu dikabarkan hanya akan membuka pintu jika Inter bersedia memenuhi banderol minimal 50 juta euro (sekitar Rp955 miliar).
Penolakan ini bukan tanpa alasan. Selain performa impresif Lookman, Atalanta juga masih memiliki kewajiban pembayaran sell-on fee kepada RB Leipzig—klub asal Jerman yang dulu melepas Lookman ke Italia pada 2022.
Situasi ini memaksa Atalanta menargetkan keuntungan bersih dari transaksi agar tak merugi secara finansial.
Di sisi lain, sang pemain menunjukkan sinyal kuat ingin hengkang ke Inter Milan.
Media Italia melaporkan bahwa Atalanta sudah menawarkan perpanjangan kontrak dengan gaji lima juta euro (Rp95 miliar) per musim untuk mempertahankan Lookman.
Tetapi sang pemain lebih memilih tawaran Inter meski bernilai lebih rendah, sekitar empat juta euro (Rp76 miliar) per musim.
Ketegangan internal mulai terlihat. Lookman diketahui menghapus semua unggahan terkait Atalanta dari akun Instagram miliknya.
Foto profil pun diganti menjadi latar hitam polos—gestur digital yang mengisyaratkan kekecewaan dan ketidakpuasan terhadap sikap klub.
Sejauh ini, Atalanta belum memberikan respons resmi mengenai kemungkinan melepas Lookman atau menentukan nilai jual final.
Sikap diam ini menunjukkan bahwa klub berjuluk La Dea tersebut belum akan melunak, apalagi jika Inter tak meningkatkan tawaran.
Di kubu seberang, Inter Milan diyakini tidak akan menaikkan angka negosiasi lebih lanjut.
Artinya, peluang transfer Lookman ke Giuseppe Meazza bisa berakhir tanpa kesepakatan, kecuali ada perubahan drastis dalam beberapa hari mendatang.***