JAKARTA – Juara bertahan Aryna Sabalenka memastikan langkahnya ke partai puncak US Open 2025 setelah melewati laga menegangkan kontra Jessica Pegula.
Bermain di Arthur Ashe Stadium pada Kamis (4/9) malam waktu setempat atau Jumat pagi WIB, Sabalenka bangkit dari situasi tertinggal satu set untuk menang 4-6, 6-3, 6-4.
Kemenangan ini mengantar Sabalenka ke final Grand Slam ketujuh sepanjang kariernya, serta menjadi penampilan keempat di final dalam lima turnamen major terakhir.
Meski demikian, petenis asal Belarus itu baru sekali mengangkat trofi di New York, sehingga partai final mendatang menjadi momentum penting untuk menambah koleksi gelarnya.
Lawan yang akan ia hadapi adalah pemenang duel Amanda Anisimova kontra Naomi Osaka.
“Dalam pertandingan ini, saya sebenarnya hanya berusaha untuk melangkah selangkah demi selangkah,” ujar Sabalenka usai laga, dikutip dari WTA.
“Saya berpikir, tidak apa-apa jika kamu tidak menutupnya sejak match point pertama. kamu bermain tenis yang hebat. Cobalah dan tingkatkan.”
Pegula Awali Laga dengan Gemilang
Pegula tampil agresif sejak set pertama. Dengan permainan minim kesalahan—hanya tiga unforced error—ia berhasil menekan Sabalenka lewat reli-reli panjang yang menghibur penonton.
Keberanian Pegula dalam mengembalikan bola membuat Sabalenka kesulitan menjaga ritme.
Namun, Sabalenka mampu bangkit pada set kedua. Servisnya kembali stabil, pukulannya lebih tajam, sementara intensitas permainan Pegula mulai menurun.
Pegula bahkan mencatat sembilan kesalahan sendiri di set kedua, yang membuat momentum beralih ke tangan juara bertahan.
Statistik Jadi Pembeda
Pertarungan semakin sengit di set penentuan. Pegula sempat menciptakan empat break point, tetapi kegagalan menuntaskan peluang membuat Sabalenka kembali unggul.
Statistik akhir membuktikan dominasi sang juara bertahan dengan 43 winner dan delapan ace, jauh di atas catatan Pegula yang hanya menghasilkan 21 winner.
Sejak melakukan perubahan teknik servis pada 2022, Sabalenka dikenal memiliki pukulan andalan yang menjadi tulang punggung permainannya.
Senjata itu kembali terbukti menjadi faktor kunci di semifinal kali ini.
“Saya sangat bersemangat untuk memberi diri saya kesempatan lagi, final lagi,” ungkap Sabalenka.
“Jika saya bisa mengangkat trofi itu, itu akan sangat berarti bagi saya. Saya mungkin akan menjadi orang paling bahagia di dunia.”***