JAKARTA – Program Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 2025 menunjukkan capaian yang signifikan untuk menopan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan laporan terbaru Badan Gizi Nasional per 7 September 2025, total rencana pembangunan SPPG mencapai 30.000 unit.
Dari jumlah tersebut, sudah ada 7.453 yang beroperasi, sementara 11.754 tengah dalam proses verifikasi, dan tersisa 10.793 kuota yang menunggu penyelesaian.
Hal tersebut seperti dipaparkan Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/9/2025).
Dalam pemaparan Dadan Hindayana, terungkap peta distribusi program ini tersebar di seluruh 38 provinsi Indonesia.
Secara administratif, keterjangkauan program juga merata ke tingkat 509 dari 514 kabupaten/kota (99,1%) dan 7.022 dari 7.285 kecamatan (99,1%).
Data ini menunjukkan skala implementasi yang hampir sempurna di seluruh wilayah.
Menariknya, jumlah rencana SPPG berbeda jauh antarprovinsi.
Provinsi berpenduduk padat di Pulau Jawa mendominasi daftar teratas, sedangkan provinsi dengan populasi lebih kecil, seperti di Papua dan Kalimantan Utara, berada di urutan terbawah.
Berikut ulasan lengkap 10 provinsi dengan target SPPG terbanyak pada 2025 beserta capaian operasional, verifikasi, dan kuota tersisa.
1. Jawa Barat — 4.987 SPPG
Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar, Jawa Barat juga menempati posisi pertama dengan rencana 4.987 SPPG.
Dari jumlah itu, 1.797 unit sudah beroperasi, 2.157 terverifikasi, dan masih ada 1.033 kuota tersisa.
2. Jawa Timur — 3.952 SPPG
Jawa Timur berada di urutan kedua dengan target 3.952 SPPG. Hingga September, 805 unit telah operasional, 1.960 terverifikasi, dan 1.187 kuota masih menunggu penyelesaian.
3. Jawa Tengah — 3.480 SPPG
Di posisi ketiga, Jawa Tengah menargetkan 3.480 SPPG. Dari jumlah tersebut, 1.056 sudah beroperasi, 1.841 terverifikasi, serta 583 kuota tersisa.
4. Sumatera Utara — 1.799 SPPG
Provinsi terpadat di Sumatera ini menargetkan 1.799 SPPG. Saat ini, 228 unit telah beroperasi, 596 terverifikasi, dan 975 kuota tersisa.
5. Banten — 1.270 SPPG
Meski wilayahnya relatif kecil, Banten memiliki target besar yaitu 1.270 SPPG. Capaian sementara mencatat 253 unit operasional, 572 terverifikasi, dan 445 kuota tersisa.
6. Sulawesi Selatan — 1.017 SPPG
Provinsi terbesar di Sulawesi ini menargetkan 1.017 SPPG. Saat ini, 307 sudah beroperasi, 378 terverifikasi, dan masih ada 332 kuota yang harus dipenuhi.
7. Sumatera Selatan — 980 SPPG
Sumatera Selatan memiliki target 980 SPPG, dengan progres 308 unit operasional, 329 terverifikasi, serta 343 kuota tersisa.
8. Lampung — 962 SPPG
Dengan rencana 962 SPPG, Lampung mencatat 387 sudah beroperasi, 293 terverifikasi, dan 282 kuota tersisa.
9. Nusa Tenggara Timur (NTT) — 806 SPPG
NTT menargetkan 806 SPPG. Hingga kini, 112 unit sudah beroperasi, 224 terverifikasi, serta 470 kuota tersisa.
10. Riau — 803 SPPG
Riau berada di posisi ke-10 dengan target 803 SPPG. Progres sementara menunjukkan 153 operasional, 303 terverifikasi, dan 347 kuota masih menunggu realisasi.
Dominasi Tiga Provinsi
Dominasi provinsi di Pulau Jawa terlihat jelas dengan tiga provinsi teratas (Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah) menguasai lebih dari 40% total target nasional.
Hal ini sejalan dengan kepadatan penduduk dan kebutuhan layanan gizi yang lebih tinggi.
Sementara itu, provinsi di luar Jawa seperti Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan juga mencatat angka yang besar, memperlihatkan pentingnya pemerataan pembangunan fasilitas gizi.
Provinsi dengan target lebih kecil, khususnya di kawasan timur Indonesia, menghadapi tantangan berbeda, mulai dari distribusi geografis hingga akses infrastruktur.
Namun secara keseluruhan, capaian 2025 menunjukkan arah positif menuju pemenuhan gizi nasional yang lebih merata.***