BADUNG – Upaya pencarian terhadap satu keluarga yang hilang akibat banjir bandang di Badung, Bali, hingga Sabtu (13/9) masih belum membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan terus bekerja keras menelusuri reruntuhan rumah dan aliran sungai yang membawa arus deras pada hari kejadian.
Tragedi ini menimpa keluarga yang tinggal di kawasan Residence Bukit Tinggi, Banjar Kelod Kauh, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi.
Mereka diduga terseret derasnya banjir pada Rabu (10/9) malam, setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.
Hingga memasuki hari ketiga pencarian, keberadaan korban masih belum ditemukan.
Korban yang hilang terdiri atas pasangan suami istri Rio Hatnar Boelan (56) dan Dewi Ratnawati Soenarjo (57), serta putra kedua mereka Riviere Timothy George Wicaksono Boelan (23).
Sementara itu, anak pertama mereka, Ruth Deidree Marie Korin Boelan (27), selamat karena saat kejadian tengah bekerja di Denpasar.
Kronologi Kejadian
Kapolsek Mengwi, Kompol AA Gede Rai Darmayasa, menyebut ketiga korban kemungkinan besar terseret aliran air deras yang datang dari area persawahan di sekitar permukiman.
“Korban diduga terseret arus yang diakibatkan derasnya hujan yang mengguyur Kabupaten Badung Rabu 10 September,” ujar Kompol AA Gede Rai Darmayasa, Jumat (12/9), dikutip dari Antara.
Sementara itu, Ruth menuturkan dirinya sempat menghubungi orang tuanya pada malam kejadian, namun tak mendapat jawaban.
Keesokan paginya, ia pulang ke rumah dan mendapati bangunan sudah rata dengan tanah, tersapu arus banjir. Ia pun segera melaporkan insiden tersebut ke Polres Badung.
Pencarian Intensif
Tim SAR gabungan langsung bergerak sejak laporan diterima. Pada hari pertama, petugas menemukan sebuah sepeda motor milik korban tak jauh dari lokasi rumah.
Dua unit ekskavator dikerahkan untuk menggali reruntuhan, sementara tim lain menyusuri aliran sungai yang bermuara hingga Pantai Mengening, Desa Cemagi.
Meski pencarian dilakukan intensif, tanda-tanda keberadaan korban masih nihil. Kondisi medan yang dipenuhi lumpur serta derasnya aliran sungai menjadi tantangan besar bagi petugas.
Dampak Banjir
Berdasarkan pantauan di lapangan, rumah keluarga korban berada di kawasan pemukiman dekat aliran sungai kecil yang sebelumnya hanya berupa selokan sawah.
Namun, debit air yang membesar membuat selokan itu berubah menjadi sungai deras dan menghancurkan bangunan di sekitarnya.
Seluruh rumah korban tersapu habis. Tak hanya itu, dua rumah tetangga mereka juga ikut hancur dilibas banjir bandang.
Warga sekitar masih diliputi trauma karena derasnya arus datang tiba-tiba dan meluluhlantakkan kawasan perumahan.***