JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan kabar baik bagi warga ibu kota yang sering terjebak macet di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Evaluasi terbaru menunjukkan bahwa intensitas kemacetan di jalan utama ini berhasil ditekan secara signifikan berkat uji coba rekayasa lalu lintas yang dilakukan.
Langkah ini dinilai efektif, sehingga Pramono mendorong perpanjangan program hingga akhir Oktober 2025 untuk menjaga kelancaran mobilitas harian.
Pernyataan Pramono disampaikan usai rapat koordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan Asisten Pembangunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Rapat tersebut difokuskan pada analisis dampak uji coba rekayasa lalin yang baru saja digulirkan. Hasilnya, data empiris menunjukkan penurunan volume kendaraan yang signifikan, membuka peluang solusi jangka panjang bagi masalah kronis kemacetan di kawasan tersebut.
Menurut data terkini yang dibagikan dalam rapat, volume kendaraan yang memasuki TB Simatupang pada jam sibuk menunjukkan tren positif. Khususnya pada Jumat lalu, arus lalu lintas tercatat lebih dari 750 kendaraan per jam pada periode pukul 17.00 hingga 20.00 WIB—angka yang disebut Pramono sebagai indikator keberhasilan inisiatif ini.
Penurunan ini tidak hanya meringankan beban pengendara, tapi juga berpotensi mengurangi emisi karbon dan waktu tempuh rata-rata, sejalan dengan upaya Pemprov DKI dalam mendukung transportasi berkelanjutan.
Uji coba rekayasa lalu lintas sendiri telah berjalan selama lima hari, yakni mulai Senin, 15 September 2025 hingga Jumat, 19 September 2025.
Selama periode tersebut, pengaturan khusus diterapkan pada jam pulang kantor, pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, untuk mengurai kepadatan di ruas jalan yang dikenal sebagai jalur primer bagi pekerja kawasan bisnis selatan Jakarta. Lokasi pernyataan Pramono berada di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, pada Minggu (21/9/2025).
Pramono, yang juga politikus senior PDI Perjuangan, tampak optimis dengan hasil awal ini. Ia secara tegas menyatakan dukungannya untuk melanjutkan program tersebut. “Mereka juga sudah memberikan data, data terakhir kemarin, mobil yang masuk itu lebih dari 750 (kendaraan per pukul 17.00–20.00 WIB pada Jumat), menunjukkan bisa menurunkan secara signifikan kemacetan yang ada di TB Simatupang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur DKI ini mengungkapkan bahwa keputusan akhir soal perpanjangan akan dibahas secara mendalam pada Senin mendatang. Namun, ia telah secara proaktif mengajukan rekomendasi kuat. “Untuk itu, hari Senin besok akan diputuskan, tapi saya sendiri sudah meminta untuk diputuskan sampai dengan akhir Oktober,” tegas Pramono.
Harapannya, kebijakan ini tak hanya menjadi solusi sementara, melainkan fondasi bagi pengelolaan lalu lintas yang lebih adaptif di masa depan. “Dan kalau itu dilakukan, mudah-mudahan makin membuat TB Simatupang kemacetannya teratasi,” tambahnya, menekankan komitmen Pemprov DKI dalam memprioritaskan kenyamanan warga.
Langkah Pramono ini datang di tengah tantangan kemacetan Jakarta yang terus menjadi sorotan nasional. TB Simatupang, sebagai penghubung utama antara kawasan perkantoran dan pemukiman, sering kali menjadi titik rawan pada jam peak hour. Keberhasilan uji coba ini bisa menjadi preseden bagi ruas jalan lain, seperti di wilayah Cilandak atau Tebet, yang juga kerap didera kemacetan serupa.