JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan kesiapannya menerima informasi terkait dugaan korupsi proyek Whoosh yang disampaikan Mahfud MD.
Lembaga antirasuah itu memastikan setiap laporan publik akan dianalisis secara mendalam sebelum ditindaklanjuti.
“KPK akan mempelajari dan menelaah apakah ada unsur dugaan tindak korupsi atau tidak,” kata Budi Prasetyo.
Ia menjelaskan, KPK menggunakan dua pendekatan, yakni aduan masyarakat dan hasil temuan internal lembaga.
“Setiap informasi publik akan dilakukan full bucket atau pengumpulan bahan keterangan tambahan,” jelas Budi.
Data juga bisa berasal dari PPATK, BPK, atau lembaga resmi lain untuk memperkuat indikasi pelanggaran hukum.
KPK menyatakan apresiasi kepada Mahfud MD dan siap menerima data tambahan terkait proyek kereta cepat Whoosh.
“Kami berterima kasih atas informasi awal dan siap mempelajari data tambahan yang dimiliki Prof. Mahfud,” ujar Budi.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD sebelumnya menilai aneh jika KPK meminta laporan resmi padahal kasus itu sudah ramai dibicarakan publik.
“Agak aneh ini, KPK meminta saya melapor tentang dugaan mark up Whoosh,” tulis Mahfud di akun X @mohmahfudmd.
Ia menegaskan laporan publik baru diperlukan jika aparat hukum belum mengetahui adanya dugaan tindak pidana.
“Yang berbicara soal kemelut Whoosh itu sumber awalnya bukan saya,” lanjut Mahfud dalam pernyataannya di media sosial.***