Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian secara resmi menurunkan harga pupuk bersubsidi sekitar 20 persen. Petani diharapkan dapat lebih produktif, mengingat pascarelokasi, penyerapan pupuk bersubsidi di Ngawi hingga kini rata-rata baru mencapai 60 persen.
Memasuki masa tanam ketiga tahun 2025, pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi. Penurunan harga tersebut merupakan langkah pemerintah dalam mendukung program swasembada dan kedaulatan pangan. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi, Hendro Budi Suryawan, mengatakan memasuki musim tanam ketiga tahun 2025 ini, stok pupuk dipastikan cukup aman.
Laporan Tim Garuda TV.
Caption | Admin: Filda