KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Menara Petronas 3 dilalap kebakaran hebat Sabtu pagi (1/11/2025), menimbulkan asap hitam pekat yang terlihat dari seluruh pusat kota. Api berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa, sementara warga ramai membagikan foto dan video kejadian di media sosial.
Berdasarkan laporan dari agensi berita nasional Bernama, api berkobar di area sebuah restoran yang terletak di salah satu lantai atas gedung tersebut. Menara Petronas 3, yang juga dikenal sebagai Menara Carigali, merupakan kompleks modern yang menaungi berbagai fasilitas perkantoran, toko ritel, serta aneka gerai makanan dan minuman.
Lokasinya yang berdekatan dengan Menara Kembar Petronas—simbol kebanggaan Malaysia—menambah urgensi penanganan cepat untuk mencegah penyebaran ke bangunan tetangga.
Petugas pemadam kebakaran dari Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kuala Lumpur (JBPM) langsung dikerahkan ke lokasi sejak kejadian pertama kali dilaporkan sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat.
Tim gabungan yang terdiri dari puluhan personel dan kendaraan darurat bekerja sama mengendalikan situasi dalam waktu kurang dari satu jam.
“Saat ini tidak ada laporan korban jiwa,” ujar Direktur JBPM Kuala Lumpur, Asisten Komisaris Senior Hassan ‘As’ari Omar, seperti dikutip Bernama.
Meski penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan mendalam oleh otoritas setempat, saksi mata yang berada di sekitar kawasan KLCC (Kuala Lumpur City Centre) menggambarkan adegan yang mencekam: suara sirene meraung, evakuasi darurat, dan hembusan asap yang menyelimuti langit cerah pagi itu.
Video amatir yang viral menunjukkan bagaimana tim pemadam memasuki gedung melalui tangga darurat, sementara lalu lintas di Jalan Ampang sempat macet parah akibat pengalihan rute.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya sistem keamanan canggih di gedung-gedung tinggi, terutama di negara seperti Malaysia yang terus berkembang sebagai pusat bisnis Asia Tenggara.
Menara Petronas 3, yang selesai dibangun pada 2010-an, telah menjadi pusat kegiatan ekonomi dengan ribuan pekerja harian. Hingga berita ini diturunkan, JBPM menyatakan bahwa operasional gedung sementara ditutup untuk pemeriksaan struktural lebih lanjut, meski tidak ada indikasi kerusakan permanen.
Pemerintah daerah Kuala Lumpur menjanjikan update lanjutan terkait investigasi, termasuk kemungkinan faktor kelistrikan atau kelalaian di fasilitas F&B sebagai pemicu. Warga disarankan tetap waspada terhadap protokol keselamatan kebakaran di area urban yang padat.