JAKARTA – Tiga astronaut Tiongkok dari misi Shenzhou-20 menghadapi penundaan tak terduga untuk kembali ke Bumi setelah kapsul mereka diduga tertabrak puing antariksa berukuran kecil. China Manned Space Agency (CMSA) menyatakan bahwa insiden tersebut memaksa perubahan jadwal demi menjamin keselamatan kru dan kebehasilan misi.
Melansir Global News, Minggu (9/11/2025), ketiga taikonaut—Chen Dong (komandan misi), Chen Zhongrui (pilot tempur), dan Wang Jie (insinyur penerbangan)—semula dijadwalkan pulang pada Rabu, usai serah terima tugas dengan kru pengganti dari misi Shenzhou-21 yang tiba di stasiun luar angkasa Tiangong pada 31 Oktober.
Namun, CMSA menyebut insiden ini sebagai “dugaan benturan dari serpihan kecil di luar angkasa.” Lembaga tersebut menegaskan bahwa keputusan penundaan diambil demi keselamatan kru.
Hingga kini, tim insinyur masih menganalisis dampak dan menilai risiko kerusakan pada kapsul. Laporan CCTV menyebut jadwal kepulangan belum dapat dipastikan, dan otoritas belum memberikan rincian tambahan kepada publik.
Ketiga taikonaut telah berada di Tiangong sejak April untuk menjalani rotasi enam bulan sebagai bagian dari ekspedisi luar angkasa Tiongkok yang menunjukkan ambisi besar di panggung global. Sementara itu, kru Shenzhou-21—Zhang Lu, Wu Fei, dan Zhang Hongzhang—telah berhasil merapat ke Tiangong pada Sabtu. Jika kapsul Shenzhou-20 dinyatakan tidak layak pakai, kru Chen Dong kemungkinan akan kembali menggunakan kapsul pengganti.
Puing antariksa telah lama menjadi ancaman pada orbit rendah Bumi. Potongan logam sekecil beberapa milimeter dapat menimbulkan kerusakan serius akibat kecepatan orbit yang ekstrem. Fenomena ini semakin menjadi sorotan global seiring meningkatnya jumlah satelit dan sisa peluncuran roket.
Sejak meluncurkan astronaut pertamanya pada 2003, program antariksa Tiongkok mencatat kemajuan pesat, termasuk pembangunan stasiun luar angkasa sendiri dan target pendaratan manusia di Bulan pada 2030.
Meski insiden ini menjadi hambatan sementara, para analis menilai Tiongkok tetap berkomitmen memperkuat posisinya sebagai kekuatan besar dalam eksplorasi luar angkasa.
Kejadian ini mengingatkan publik pada insiden serupa yang dialami astronaut NASA Butch Wilmore dan Suni Williams. Keduanya sempat terjebak selama sembilan bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akibat kendala teknis pada kapsul Boeing Starliner. Mereka akhirnya dievakuasi menggunakan kapsul SpaceX yang mendarat dengan aman di lepas pantai Tallahassee, Florida.
Wilmore dan Williams menghabiskan 286 hari di luar angkasa, mengelilingi Bumi sebanyak 4.576 kali dan menempuh jarak 195 juta kilometer. Misi mereka ditutup dengan momen unik: disambut sekelompok lumba-lumba di lokasi pendaratan.
Insiden Shenzhou-20 menjadi ujian baru bagi ketahanan teknologi antariksa Tiongkok. Meski belum ada kepastian waktu kepulangan, CMSA memastikan seluruh sistem pendukung dan komunikasi dengan para taikonaut berjalan normal. Peristiwa ini menjadi sorotan dunia, menandai babak baru dalam eksplorasi luar angkasa modern.