Dalam acara High-Level Breakfast Roundtable di São Paulo, Brasil, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Utusan Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mendorong agar pasar karbon memberikan manfaat langsung kepada masyarakat lokal melalui skema perhutanan sosial dan rehabilitasi lahan kritis, sekaligus memperkuat tata kelola pasar karbon dunia.
Selain itu, keduanya juga melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan ekosistem pasar karbon bersama Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM) atau Dewan Integritas Pasar Karbon Sukarela.
Menurut Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, kerja sama ini diharapkan dapat mengubah upaya perlindungan dan pengelolaan hutan menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan hutan lestari. Langkah ini juga diharapkan membuka peluang kerja baru di sektor lingkungan.
Sebagai bentuk dukungan, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional, yang memperkuat landasan hukum bagi pengelolaan pasar karbon di Indonesia.
Caption | Admin: Farraa