JAKARTA – Seluruh titik genangan rob di Jakarta dinyatakan tuntas surut pada Sabtu (22/11/2025) pukul 18.00 WIB setelah penanganan darurat dilakukan secara terpadu oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) DKI.
Pemulihan cepat ini tercapai usai status Pintu Air Pasar Ikan yang sempat berada di level Bahaya atau Siaga 1 pada siang hari memicu luapan air di beberapa kawasan pesisir Jakarta Utara.
BPBD DKI mencatat bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci penanganan, sehingga seluruh lokasi yang terdampak berhasil distabilkan sebelum malam hari.
Petugas dari Dinas Sumber Daya Air, Dinas Gulkarmat, Dinas Bina Marga, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, hingga PPSU dikerahkan untuk mempercepat normalisasi.
Tim gabungan memaksimalkan pompa mobile, pembersihan tali-tali air, hingga memastikan seluruh saluran berfungsi optimal untuk mempercepat penyedotan genangan.
Keterlibatan warga melalui RT/RW, FKDM, serta tokoh masyarakat turut memperkuat proses mitigasi lapangan sehingga pembersihan berlangsung lebih cepat.
BPBD DKI tetap mengimbau warga menjaga kewaspadaan mengingat potensi genangan susulan bisa muncul akibat pasang air laut maupun perubahan cuaca ekstrem.
“Dalam keadaan darurat, segera hubungi 112, layanan ini gratis dan beroperasi 24 jam non-stop,” demikian imbauan BPBD dalam laporan resmi Pusdalops.
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob pada periode 18–26 November 2025 karena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase Bulan Baru.
Kondisi pasang tersebut meningkatkan risiko kenaikan muka air laut di wilayah utara Jakarta sehingga memperbesar potensi genangan sebelum dilakukan penanganan di lapangan.
BPBD DKI menegaskan bahwa informasi kebencanaan resmi dapat dipantau melalui kanal digital mereka seperti X, Instagram, Facebook, serta grup WhatsApp dan Telegram @bpbddkijakarta.***