Sebastian Vettel mengungkapkan nasihat penting yang ia berikan kepada Lewis Hamilton menjelang kepindahan sang juara dunia tujuh kali itu ke Ferrari tahun ini.
Keputusan Hamilton meninggalkan Mercedes dan bergabung dengan Ferrari untuk musim F1 2025 sebelumnya mengejutkan dunia olahraga dan memicu ekspektasi besar di kalangan penggemar maupun pengamat.
Ferrari saat itu baru saja gagal meraih gelar konstruktor 2024 setelah kalah tipis dari McLaren, sementara Hamilton datang dengan rekam musim terburuknya di F1 meski masih berhasil merebut dua kemenangan.
Namun hingga kini, Hamilton dan Ferrari sama-sama belum mampu memenuhi ekspektasi. Mobil SF-25 dinilai masih jauh dari kompetitif untuk bersaing memperebutkan kemenangan reguler, dan Hamilton tampak kesulitan beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Performa Hamilton memang meningkat sejak paruh musim kedua dan cukup mampu menyamai Charles Leclerc, tetapi kesalahan dalam momen krusial masih menjadi masalah utama.
Di Grand Prix Las Vegas, Hamilton hanya mampu start dari posisi ke-20 setelah sesi kualifikasi yang sulit, sebelum naik ke posisi delapan berkat penalti ganda McLaren.
Situasi itu membuat Hamilton terlihat semakin frustrasi, memunculkan pertanyaan berulang mengenai masa depannya di Formula 1. Meski demikian, hadirnya regulasi teknis baru pada 2026 diyakini dapat memberi awal yang segar.
Nasihat Vettel untuk Hamilton
Vettel sendiri pernah mengalami proses serupa saat pindah ke Ferrari pada 2015 setelah masa kejayaan bersama Red Bull. Tahun pertamanya di Maranello menjadi yang terbaik, dengan tiga kemenangan dan finis kedua di klasemen, hanya kalah dari Nico Rosberg.
Ferrari kembali kompetitif pada 2017 dan 2018, bahkan terlibat perebutan gelar melawan Hamilton. Namun perkembangan mobil yang kurang maksimal serta kesalahan operasional dan pembalap membuat Vettel gagal menjadi juara dunia.
Mengenang pengalamannya, Vettel mengaku ada satu hal yang seharusnya ia lakukan lebih baik — menguasai bahasa Italia secara lebih mendalam. Dan itulah nasihat utama yang ia berikan kepada Hamilton.
“Perpindahan ke Ferrari adalah perubahan besar. Hati dan budaya tim sepenuhnya Italia,” kata Vettel dalam podcast Beyond the Grid.
“Bahasanya memang Inggris, tapi ada banyak anggota tim yang hanya berbicara Italia atau tidak fasih berbahasa Inggris. Kamu bisa berinteraksi, tapi apakah benar-benar memahami mereka? Memahami budaya mereka?”
Vettel mengakui bahwa ia sempat belajar bahasa Italia, tetapi tidak cukup mendalam untuk memahami karakter dan kultur tim secara penuh.
“Saya seharusnya belajar lebih keras, menghabiskan lebih banyak waktu di Italia, dan lebih memahami budaya tim,” ujarnya.
“Itulah yang saya bilang pada Lewis: saran terbaik yang bisa saya berikan adalah—pelajari bahasanya, kuasai benar-benar.”