JAKARTA – Alexandra Eala terus mencuri perhatian dunia tenis setelah menjalani musim 2026 yang luar biasa dan mencatatkan pencapaian terbesar sepanjang kariernya.
Petenis muda asal Filipina itu kembali menjadi sorotan usai melaju ke final turnamen WTA Washington menghadapi Jessica Pegula.
Laga final sempat dihentikan akibat badai petir ketika Pegula unggul 6-4 dan 2-1 pada set kedua.
Meski pertandingan tertunda, performa Eala sepanjang musim tetap menuai pujian dari berbagai legenda dan pengamat tenis dunia.
Salah satu apresiasi datang dari Rick Macci, pelatih legendaris yang pernah membimbing Serena Williams dan Venus Williams.
Mengutip laporan Tennis World, Selasa (4/8/2026) Macci menilai gaya bermain Eala menjadi alasan utama mengapa namanya semakin diperhitungkan di level tertinggi tenis dunia.
Menurutnya, Eala tidak hanya berfokus menghadapi lawan, tetapi juga menguasai tempo permainan melalui pukulan-pukulan agresif.
“Eala memainkan bola, bukan sekadar menghadapi lawannya.”
“Ia merebut waktu lawan, mempersempit lapangan, dan memukul bola lebih awal dari dalam garis baseline.”
“Pukulan groundstroke dari kedua sisi juga sangat bersih dan sederhana.”
Macci juga mengagumi kualitas pengembalian servis kedua, ketenangan mental, serta intensitas permainan Eala sepanjang pertandingan.
“Ia menyantap servis kedua lawan layaknya sarapan.”
“Secara mental ia sangat tenang dengan intensitas permainan yang selalu tinggi.”
“Di lapangan keras permainannya naik ke level berbeda dan saya yakin ia akan masuk lima besar dunia sebelum akhir tahun.”
Tak hanya itu, Macci kembali memuji Eala melalui media sosial X dengan menyebutnya sebagai salah satu pemain muda terbaik dalam memukul bola lebih awal.
Ia bahkan memprediksi Eala berpeluang meraih beberapa gelar Grand Slam apabila terus berkembang.
Saat ini Eala menempati peringkat ke-28 dunia, posisi terbaik sepanjang karier profesionalnya.
Proyeksi peringkat terbaru juga menunjukkan Eala berpeluang naik hingga posisi ke-24 apabila terus mempertahankan performanya.
Musim 2026 menjadi titik balik terbesar bagi petenis berusia muda tersebut.
Eala telah mengoleksi enam kemenangan atas pemain penghuni 10 besar dunia sepanjang musim ini.
Catatan tersebut menjadi salah satu yang terbaik bagi pemain yang sebelumnya berada di luar kelompok elite WTA.
Salah satu kemenangan paling mengesankan diraih saat mengalahkan juara Grand Slam empat kali Naomi Osaka 6-4 dan 6-2 pada semifinal Washington.
Sepanjang tahun ini, Eala juga berhasil menumbangkan seluruh peraih medali Olimpiade Paris 2024.
Salah satunya adalah kemenangan penting atas Qinwen Zheng di Washington.
Performa impresifnya juga berlanjut pada musim lapangan rumput.
Di Berlin, Eala sukses menyingkirkan juara Australian Open Elena Rybakina.
Sementara di Wimbledon, ia membuat kejutan besar setelah mengalahkan juara bertahan Iga Świątek dalam dua set langsung.
Langkah tersebut mengantarkannya hingga babak 16 besar Wimbledon.
Rangkaian hasil impresif itu membuat Eala melesat dari luar 50 besar menjadi peringkat ke-28 dunia.
Jika berhasil menjadi juara Washington, peluang Eala menembus 20 besar dunia akan semakin terbuka.
Sejumlah analis meyakini Eala hanya membutuhkan sedikit penyempurnaan untuk bersaing di jajaran elite.
Mantan finalis US Open Greg Rusedski menilai peningkatan kualitas servis menjadi faktor utama yang dapat mempercepat kemajuannya.
Menurut Rusedski, Eala sudah memiliki permainan yang cukup lengkap untuk bersaing di level tertinggi.
Ia bahkan percaya petenis Filipina tersebut memiliki potensi menjadi juara Wimbledon pada masa mendatang.
Di tengah meningkatnya ekspektasi publik, Eala memilih tetap fokus pada proses pengembangan permainannya.
Ia percaya ketenangan dan konsistensi menjadi kunci untuk terus mencetak prestasi yang lebih besar di masa depan.***


