JAKARTA – Lando Norris tetap berada di jalur terdepan untuk meraih gelar juara dunia Formula 1 pertamanya. Pembalap McLaren itu berpeluang memastikan gelar pada Grand Prix Qatar, Minggu (30/11/2025) malam, setelah memimpin klasemen dengan 396 poin, unggul 22 poin dari rekan setimnya, Oscar Piastri.
McLaren sebelumnya didiskualifikasi dari hasil balapan Las Vegas karena ban MCL39 milik Norris dan Piastri mengalami keausan plank berlebihan, yang mengubah dinamika perebutan gelar. Meski begitu, Norris masih memegang kendali.
Piastri, yang memenangi Sprint Race pada Sabtu, juga merebut pole position untuk GP Qatar. Norris akan start di baris depan bersama Piastri, sementara Max Verstappen dari Red Bull berada di posisi ketiga.
Skenario Gelar Norris
Norris berpeluang menjadi juara dunia pertama McLaren sejak Lewis Hamilton pada 2008, sekaligus orang Inggris ke-11 yang masuk daftar eksklusif juara dunia F1. Untuk memastikan gelar, ia harus meninggalkan Qatar dengan keunggulan 26 poin.
Sederhananya, Norris akan dinobatkan sebagai juara dunia jika memenangi balapan. Ia juga bisa mengunci gelar jika finis empat poin di atas Piastri. Jika Piastri atau Verstappen mengunggulinya, perebutan gelar akan berlanjut ke seri penutup di Abu Dhabi.
Berbicara sebelum diskualifikasi di Las Vegas diumumkan, Norris menegaskan tidak akan mengubah pendekatannya.
“Saya belum pernah berada di posisi itu sebelumnya, jadi saya mungkin tidak bisa menjawabnya dengan pasti. Tapi sekarang rasanya tidak ada yang berbeda, meskipun itulah kesempatan yang saya ambil. Jadi, tidak, saya tetap menganggapnya sama,” ujarnya, dilansir dari Crash.
“Saya menganggapnya seperti saya ingin menang. Saya akan melakukan apa pun untuk mencoba memenangkan balapan. Tentu jauh lebih menyenangkan ketika menang daripada ketika finis kedua.”
Harapan Verstappen
Verstappen masih menjaga asa untuk gelar kelima berturut-turut, meski peluangnya tipis. Ia harus mengalahkan Norris di Qatar untuk tetap bersaing. Pembalap Belanda itu bangkit luar biasa di paruh kedua musim, memangkas defisit 104 poin sejak balapan di Zandvoort.
Sejak saat itu, Verstappen konsisten naik podium di setiap balapan, dengan empat kemenangan, dua finis kedua, dan dua finis ketiga. Konsistensi ini membuatnya tetap dalam perburuan gelar, meski ia sadar peluang juara membutuhkan keberuntungan besar. Jika berhasil, hal itu akan tercatat sebagai salah satu comeback terbesar dalam sejarah F1.