JAKARTA – Geopolitik menjadi salah satu fondasi utama dalam memahami bagaimana suatu negara membangun kekuatan dan menjalin hubungan dengan negara lain. Kajian ini menempatkan faktor geografis sebagai elemen kunci dalam menentukan posisi strategis sebuah negara di panggung internasional.
Analis Kebijakan Madya (AKM) TIK Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Kolonel Laut (P) Dr. Hari Suyanto menjelaskan bahwa geopolitik tidak sekadar berbicara tentang peta wilayah, melainkan mencakup sumber daya alam, jumlah penduduk, serta posisi geografis yang memengaruhi kepentingan nasional.
“Geopolitik membantu kita memahami bagaimana letak geografis dan potensi wilayah dapat memengaruhi kebijakan luar negeri dan pertahanan suatu negara,” ujar Hari Suyanto saat memberikan materi pelatihan peliputan di daerah rawan yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan di Menlatpur Kostrad, Sangabuana, Karawang beberapa waktu lalu.
Dalam konteks global, geopolitik menjadi dasar analisis hubungan kekuasaan antarnegara. Negara dengan posisi strategis dan sumber daya melimpah kerap menjadi pusat perhatian dalam percaturan politik internasional.
Bagi Indonesia, pemahaman geopolitik memiliki arti penting mengingat posisi geografisnya yang berada di kawasan strategis Indo-Pasifik. Kondisi ini membawa peluang kerja sama internasional, namun sekaligus menuntut kewaspadaan terhadap potensi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas nasional.