PAPUA TENGAH – Menyambut Hari Raya Natal 2025, prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Mobile Yonif 4 Marinir melaksanakan kegiatan karya bakti berupa renovasi Gereja Katolik St. Fransiskus di Distrik Obano, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen TNI AL dalam mempererat hubungan dengan masyarakat setempat sekaligus mempromosikan toleransi beragama di wilayah perbatasan. Dengan semangat gotong royong, para prajurit bahu-membahu bersama warga setempat merenovasi bangunan gereja agar lebih layak dan nyaman digunakan umat dalam merayakan Natal.
Inisiatif tersebut tidak hanya mendukung tugas pengamanan perbatasan, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial TNI AL terhadap kebutuhan masyarakat di daerah penugasan. Kebersamaan yang terjalin semakin memperkuat hubungan harmonis antara prajurit dan warga, serta menjadi fondasi kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah strategis tersebut.
Selain melakukan renovasi, prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 4 Marinir juga membagikan topi Natal kepada anak-anak dan jemaat Gereja Katolik St. Fransiskus. Suasana penuh kehangatan tampak dari senyum dan tawa ceria para penerima, menambah makna kebersamaan menjelang perayaan Natal.
Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile 2025 Yonif 4 Marinir, Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, menegaskan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan dedikasi prajurit dalam membina dan melayani masyarakat. Melalui pengabdian tanpa pamrih, TNI AL terus hadir sebagai pelindung sekaligus perekat persatuan bangsa, khususnya di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan bahwa karya bakti semacam ini merupakan implementasi langsung nilai pengabdian TNI kepada rakyat.
“TNI AL tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan dan keamanan negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat. Karya bakti pembangunan rumah ibadah menjelang Natal ini merupakan wujud nyata pengamalan Delapan Wajib TNI serta komitmen TNI AL dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan di tengah keberagaman bangsa,” tutupnya.