Balapan Grand Prix Las Vegas dinobatkan sebagai lomba paling menentukan dalam musim Formula 1 2025 oleh publikasi motorsport Grand Prix 247. Penilaian tersebut bukan didasarkan pada aspek hiburan semata, melainkan pada dampak besar balapan itu terhadap arah persaingan gelar juara dunia.
Meski Max Verstappen tampil sebagai pemenang di jalanan Nevada pada 23 November, sorotan utama justru tertuju pada drama pasca-balapan yang mengguncang klasemen. Dua pembalap McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri, didiskualifikasi setelah pemeriksaan teknis menemukan keausan berlebih pada papan kayu di bawah mobil mereka.
Pelanggaran tersebut tergolong tipis—masing-masing hanya melampaui batas minimum ketebalan sebesar 0,12 mm dan 0,26 mm—namun cukup untuk menggugurkan hasil keduanya. Dampaknya sangat signifikan: keunggulan Norris di klasemen pembalap terpangkas drastis dari 42 poin menjadi hanya 24 poin.
Diskualifikasi ganda itu langsung mengubah peta persaingan. Dengan dua seri tersisa, Verstappen dan Piastri kembali sejajar dalam perebutan gelar. Editor Grand Prix 247, Jad Mallak, menyebut momen tersebut sebagai titik balik krusial.
“Untuk pertama kalinya sejak jeda musim panas, Max—dan semua yang mengikuti Formula 1—menyadari bahwa ia benar-benar memiliki peluang serius untuk menjadi juara dunia,” tulis Mallak.
Perubahan momentum ini terasa luar biasa, mengingat Verstappen sempat tertinggal hingga 104 poin dari pemuncak klasemen setelah Grand Prix Belanda pada Agustus. Namun rentetan enam kemenangan dari sembilan balapan terakhir hampir mengantarkannya pada salah satu comeback terbesar dalam sejarah Formula 1.
Meski sejumlah balapan lain juga menyajikan momen ikonik—termasuk aksi Verstappen dari pit lane hingga podium di São Paulo—para editor Grand Prix 247 menilai Las Vegas memiliki bobot naratif paling besar.
“Kami punya Sao Paulo dengan performa luar biasa Max dari pit lane ke podium. Itu spektakuler,” tulis Mallak. “Namun jika melihat bagaimana arah kejuaraan berubah setelah Las Vegas, balapan itulah yang pantas disebut sebagai yang terbaik musim ini.”
Pada akhirnya, gelar juara dunia tetap jatuh ke tangan Norris. Ia mengunci titel pertamanya dengan finis ketiga di Abu Dhabi, unggul tipis dua poin dari Verstappen dalam klasemen akhir—423 berbanding 421. Piastri menyusul di posisi ketiga dengan 410 poin, menandai salah satu pertarungan tiga arah paling ketat dalam sejarah Formula 1.