Tahun 2025 menjadi salah satu tahun dengan biaya bencana iklim tertinggi dalam sejarah, dengan total kerugian mencapai lebih dari $120 miliar hanya dari 10 peristiwa terburuk, menurut laporan Christian Aid.
Perubahan iklim yang disebabkan manusia memperburuk intensitas kebakaran hutan, banjir, siklon, kekeringan, dan gelombang panas, menyebabkan ribuan kematian, jutaan pengungsi, dan kerusakan ekonomi massive.
Asia menjadi benua paling terdampak, dengan empat dari enam bencana termahal. Berikut daftar 10 bencana iklim terbesar berdasarkan kerugian ekonomi (insured losses) dan dampak manusiawi, diurutkan dari yang paling mahal.
1. Kebakaran Hutan Palisades dan Eaton, California, AS (Januari 2025)
Kerugian: ~$60 miliar (sekitar Rp1.002,06 triliun). Kematian: >400 jiwa. Kebakaran ini menghanguskan ribuan rumah di sekitar Los Angeles, menjadi bencana kebakaran termahal dalam sejarah AS. Kondisi panas, kering, dan angin kencang diperburuk oleh perubahan iklim.
2. Banjir dan Siklon di Asia Tenggara (November 2025)
Kerugian: ~$25 miliar (sekitar Rp417,525 triliun). Kematian: >1.750 jiwa. Siklon Ditwah dan Senyar menyebabkan banjir dahsyat di Indonesia, Malaysia, Thailand, Sri Lanka, dan Vietnam. Salah satu bencana cuaca terburuk di kawasan ini sejak tsunami 2004.
3. Banjir di China
Kerugian: ~$12 miliar (sekitar Rp200,412 triliun). Kematian: Puluhan jiwa, ribuan mengungsi. Banjir musiman yang ekstrem memengaruhi wilayah luas, dengan curah hujan diperberat oleh pemanasan global.
4. Banjir di India dan Pakistan
Kerugian: ~$6 miliar (sekitar Rp100,206 triliun). Kematian: >1.860 jiwa. Banjir monsun memengaruhi lebih dari 7 juta orang di Pakistan saja, dengan kerusakan infrastruktur massive.
5. Hurricane Melissa (Karibia, Oktober 2025)
Kerugian: Estimasi tinggi (termasuk dalam top 10). Kematian: Ratusan jiwa. Badai Kategori 5 ini menghantam Jamaica dan Kuba dengan kecepatan angin ekstrem, intensitasnya diperkuat oleh perubahan iklim.
6. Kekeringan di Brazil
Kerugian: Miliaran dolar. Dampak: Krisis air dan pertanian. Kekeringan panjang memengaruhi Amazon dan wilayah lain, memperburuk deforestasi dan kebakaran.
7. Kebakaran Hutan di Spanyol dan Portugal (Musim Panas 2025)
Kerugian: Miliaran dolar. Dampak: Ratusan ribu hektare terbakar. Kondisi panas ekstrem membuat kebakaran lebih intens.
8. Siklon di Australia dan Réunion (Februari 2025)
Kerugian: Miliaran dolar. Dampak: Kerusakan infrastruktur dan banjir.
9. Banjir Kilat di Texas Hill Country, AS (Juli 2025)
Kerugian: $18-22 miliar (sekitar Rp300,618 – Rp367,422 triliun). Kematian: >135 jiwa. Banjir kilat mematikan setelah kekeringan panjang, menjadi salah satu banjir darat terburuk dalam 50 tahun.
10. Kekeringan di Iran dan Wilayah Euphrates-Tigris
Kerugian: Miliaran dolar. Dampak: Krisis air mengancam 10 juta penduduk Tehran. Kekeringan lima tahun diperburuk oleh perubahan iklim dan faktor sosial-ekonomi.
Dampak Keseluruhan dan Peringatan
Selain kerugian finansial, gelombang panas global menjadi pembunuh paling mematikan di 2025, dengan ribuan kematian tak terhitung di negara miskin. Laporan World Weather Attribution menegaskan bahwa perubahan iklim membuat peristiwa ini lebih sering dan intens.
Negara miskin paling menderita karena kurangnya asuransi dan infrastruktur. Tahun 2025 menunjukkan urgensi transisi dari bahan bakar fosil untuk mencegah bencana lebih buruk di masa depan.