Lewis Hamilton langsung tancap gas dan menetapkan standar tinggi dalam satu-satunya sesi latihan bebas (Free Practice) menjelang balapan kandangnya, GP Inggris. Juara dunia tujuh kali yang memegang rekor kemenangan terbanyak di Silverstone ini tampil perkasa demi ambisinya memperpanjang rekor lewat kemenangan ke-10 akhir pekan ini.
Hamilton membuktikan ketangguhannya dengan menjadi yang tercepat saat menggunakan ban kompon keras (hard) maupun lunak (soft). Di akhir sesi, ia sukses mencatatkan waktu 0,213 detik lebih cepat daripada pemimpin klasemen sementara dari tim Mercedes, Andrea Kimi Antonelli.
Peta Kekuatan Sesi Latihan: Ferrari dan Mercedes Memimpin
Keberhasilan Hamilton langsung disambut gemuruh riuh para penggemar setianya yang memadati sirkuit sejak hari pertama.
Sementara Charles Leclerc berhasil memisahkan dominasi duo Mercedes dengan mengamankan posisi ketiga. Namun, ia terpaut hampir 0,6 detik lebih lambat dari rekan setimnya, Hamilton.
George Russell di Posisi Keempat menjadi pembalap Inggris tercepat kedua di belakang Hamilton, Russell mengunci posisi keempat bersama Mercedes-nya.
Oscar Piastri (McLaren) dan Max Verstappen (Red Bull) berturut-turut harus puas di posisi kelima dan keenam, setelah kedua tim raksasa tersebut tampak belum menemukan performa terbaiknya sejak awal sesi.
Hari yang Berat Bagi McLaren dan Insiden di Lintasan
Bagi tim McLaren, sesi latihan satu jam ini berjalan cukup kacau. Oscar Piastri sempat mengalami insiden spin (terpelintir) hebat saat melaju dalam kecepatan tinggi di kompleks tikungan legendaris, Becketts. Sementara itu, sang juara dunia bertahan, Lando Norris, justru merana di posisi ketujuh dengan jarak waktu lebih dari satu detik di belakang Hamilton.
Di sisi lain, ketegangan sempat pecah antara pembalap Audi, Nico Hulkenberg, dan pembalap Racing Bulls, Liam Lawson. Hulkenberg memicu amarah Lawson setelah bermanuver agresif tepat di sampingnya sesaat setelah keluar dari pit.
Sesi latihan pertama ini menjadi sangat krusial dan menegangkan bagi seluruh tim karena GP Inggris mengadopsi format akhir pekan Sprint.
Artinya, para pembalap dan teknisi hanya diberi waktu tepat satu jam untuk menguji dan menyetel mobil mereka. Setelah sesi ini berakhir, mereka tidak punya kesempatan latihan lagi dan harus langsung bertarung habis-habisan dalam sesi Kualifikasi Sprint (Sprint Qualifying).