JAKARTA – Bayern Munich dikabarkan sedang mempertimbangkan perubahan besar dalam struktur perekrutan pemain menjelang musim baru.
Laporan Tz menyebut kepala scouting Bayern, Jörg Schmadtke, berpotensi kehilangan posisinya setelah menjalankan tugas sejak 2024.
Schmadtke sebelumnya bergabung atas rekomendasi Max Eberl yang telah mengenalnya sejak keduanya bekerja di Borussia Mönchengladbach.
Kedatangannya membawa perubahan besar karena Schmadtke disebut melakukan restrukturisasi menyeluruh terhadap departemen scouting Bayern.
Ia juga memperkenalkan sistem pemantauan pemain secara langsung yang dinilai membutuhkan biaya besar serta pengelolaan logistik yang rumit.
Namun, investasi tersebut belum menghasilkan temuan talenta mengejutkan yang kemudian berkembang menjadi pemain berkelas di Bayern.
Situasi itu disebut menjadi salah satu alasan munculnya evaluasi terhadap kinerja Schmadtke selama berada di klub raksasa Bundesliga tersebut.
Mengutip SB Nation, Selasa (18/8/2026), selain persoalan hasil rekrutmen, Schmadtke juga dikabarkan mendapat kritik terkait perilakunya di balik layar.
Laporan tersebut tidak menjelaskan secara rinci bentuk kritik yang diarahkan kepada kepala scouting Bayern itu.
Perubahan posisi Schmadtke juga berpotensi memengaruhi lingkaran internal Max Eberl yang sebelumnya menjadi pihak yang merekomendasikan kedatangannya.
Bayern kini disebut mempertimbangkan Christopher Vivell sebagai kandidat untuk mengambil alih pekerjaan tersebut jika pergantian benar-benar dilakukan.
Vivell saat ini menjabat sebagai direktur rekrutmen Manchester United dan masih memiliki ikatan kontrak dengan klub Inggris tersebut.
Sebelumnya, Vivell memiliki pengalaman bekerja bersama Hoffenheim, Red Bull Salzburg, RB Leipzig, dan Chelsea dalam bidang scouting serta perekrutan.
Pengalamannya di jaringan Red Bull menjadi salah satu faktor yang membuat namanya menarik perhatian Bayern Munich.
Direktur olahraga Bayern, Christoph Freund, juga disebut memiliki ketertarikan terhadap sosok Vivell untuk memperkuat sistem perekrutan klub.
Freund dan Vivell sebelumnya memiliki hubungan profesional ketika keduanya berada dalam lingkungan Red Bull Salzburg.
Pengalaman Vivell di Salzburg membuatnya dikenal dalam proses pencarian talenta muda sebelum pemain tersebut berkembang menjadi aset bernilai tinggi.
Ia kemudian melanjutkan karier ke RB Leipzig sebelum mendapat kesempatan bekerja di Chelsea dan akhirnya bergabung dengan Manchester United.
Di Manchester United, Vivell dipercaya membantu mengarahkan strategi identifikasi pemain serta proses perekrutan untuk kebutuhan tim.
Sky Sports sebelumnya melaporkan Vivell bergabung dengan Manchester United pada 2024 untuk membantu transfer, pengembangan pemain, dan scouting.
Karena kontraknya dengan Manchester United masih berjalan hingga 2027, Bayern tidak bisa begitu saja mengambil Vivell tanpa adanya kesepakatan antarklub.
Dengan demikian, kemungkinan perpindahan Vivell sangat bergantung pada keputusan Bayern terhadap Schmadtke dan negosiasi dengan Manchester United.
Untuk saat ini, belum ada konfirmasi resmi bahwa Bayern telah memecat Schmadtke atau menunjuk Vivell sebagai penggantinya.
Jika perubahan tersebut terealisasi, Bayern berpotensi memasuki fase baru dalam strategi pencarian dan perekrutan pemain.***




