DEPOK – Pedagang es gabus bernama Suderajat (49) menghentikan aktivitas berdagangnya setelah mengalami insiden penyerangan yang dipicu tuduhan penggunaan bahan berbahaya dalam dagangannya. Peristiwa itu terjadi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, dan menyisakan trauma serta luka fisik bagi dirinya.
Saat ditemui di kediamannya di wilayah Depok, Selasa (27/1/2026), Suderajat mengaku belum berani kembali berjualan sejak kejadian tersebut.
“Sudah tiga hari belum jualan, gara-gara kejadian hari Sabtu ya begini, takutnya saya dikeroyokin pas ke Kemayoran,” ucap Suderajat.
Ia menjelaskan, insiden pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB itu berujung pada aksi kekerasan yang membuatnya mengalami luka gores di bagian pipi dan memar di bahu. Luka tersebut, menurutnya, akibat pukulan dari beberapa orang yang menuduh es gabus yang dijualnya terbuat dari bahan spons.
Suderajat menuturkan, awalnya sekelompok orang berjumlah sekitar empat hingga lima orang mendatanginya dengan alasan hendak membeli es gabus. Namun situasi berubah ketika produk dagangannya justru dirusak.
“Dia bilang beli es kue, abis itu terus dibejek-bejek, dilempar juga es sampai kena ke saya,” ungkap Suderajat.
Ia mengatakan, para pelaku meragukan bahan dasar es gabus yang dijualnya dan menyebut teksturnya menyerupai busa atau kapas bedah. Suderajat sudah berusaha menjelaskan bahwa seluruh produknya berasal dari industri rumahan di Depok dan aman dikonsumsi. Namun penjelasan itu tidak digubris, bahkan ia kembali terkena lemparan es gabus yang menyebabkan luka di wajahnya.
Setelah kejadian tersebut, Suderajat memilih pulang ke rumah dengan menumpang KRL Commuter Line sambil membawa sisa dagangan yang telah rusak.
Berawal dari Laporan Warga
Sebelumnya, isu dugaan penjualan es gabus berbahan spons di wilayah Kemayoran sempat menjadi perhatian publik. Laporan itu bermula dari seorang warga bernama M. Arief Fadillah (43), wiraswasta yang tinggal di Utan Panjang III, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Ia melaporkan dugaan makanan berbahaya tersebut melalui call center 110 pada Sabtu (24/1/2026). Dalam laporannya, pedagang yang dimaksud disebut bernama Suderajat (49), yang diketahui berdomisili di Kampung Panjang, Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat.
Selain es gabus, Suderajat juga dilaporkan menjual berbagai jajanan lain seperti es kue, agar-agar, cokelat meses, serta sisa kue yang sempat dibeli pelapor.
Hingga kini, peristiwa tersebut membuat Suderajat memilih menepi sementara dari aktivitas berdagang karena khawatir kejadian serupa terulang.