JAKARTA – Masa depan Mauricio Pochettino bersama tim nasional Amerika Serikat atau USMNT belum menemui kepastian setelah kontraknya berakhir seiring rampungnya Piala Dunia 2026.
Federasi Sepak Bola Amerika Serikat kini menunggu keputusan pelatih asal Argentina tersebut sebelum menyusun langkah menuju siklus Piala Dunia 2030.
Apabila Pochettino memilih menerima tantangan baru, baik di level klub maupun tim nasional lain, Timnas AS harus bergerak cepat mencari sosok yang mampu melanjutkan proyek jangka panjang.
Periode empat tahun menuju Piala Dunia berikutnya dipandang sangat menentukan bagi perkembangan sepak bola Amerika Serikat yang terus berupaya bersaing dengan kekuatan dunia.
Sepeti dilansir Sporting News, Jumat, sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat kuat untuk mengisi kursi pelatih kepala, mulai dari figur yang memahami sepak bola Amerika hingga pelatih elite Eropa.
Pellegrino Matarazzo menjadi salah satu kandidat yang paling diperhitungkan berkat latar belakangnya sebagai warga Amerika Serikat dengan pengalaman panjang di kompetisi Jerman dan Spanyol.
Pelatih berusia 48 tahun itu pernah masuk radar federasi pada proses pencarian pelatih sebelumnya sehingga dianggap memahami kebutuhan sepak bola Amerika.
Reputasi Matarazzo semakin meningkat setelah sukses membawa Real Sociedad menjuarai Copa del Rey sekaligus mengamankan tiket ke Liga Europa.
Nama lain yang mendapat perhatian adalah Mikey Varas yang lama berkecimpung dalam sistem pembinaan pemain muda Federasi Sepak Bola Amerika Serikat.
Varas juga pernah menjadi pelatih interim USMNT sebelum dipercaya menjadi pelatih pertama San Diego FC di Major League Soccer.
Meski musim 2026 berjalan tidak semulus musim debutnya, gaya bermain menyerang yang diterapkan Varas dinilai sejalan dengan filosofi yang dibangun Pochettino.
BJ Callaghan juga masuk daftar berkat rekam jejak impresif ketika menangani USMNT sebagai pelatih sementara pada 2023.
Kala itu Callaghan membawa Amerika Serikat menjuarai CONCACAF Nations League dan kemudian menambah gelar Piala Emas CONCACAF tanpa menelan satu kekalahan.
Kesuksesan tersebut membuka jalan baginya untuk menangani Nashville SC yang kini berkembang menjadi salah satu tim kompetitif di Wilayah Timur MLS.
Mantan pelatih Inggris Gareth Southgate turut disebut sebagai opsi berkat pengalaman panjang memimpin The Three Lions hingga beberapa turnamen besar.
Meski belum mempersembahkan trofi, Southgate dinilai memiliki kemampuan membangun fondasi tim nasional dalam jangka panjang.
Hingga kini Southgate masih belum kembali ke dunia kepelatihan setelah meninggalkan Inggris usai Euro 2024.
Legenda Prancis Thierry Henry juga kembali dikaitkan dengan kursi pelatih USMNT setelah sebelumnya sempat masuk bursa pengganti Gregg Berhalter.
Henry memiliki pengalaman melatih di MLS bersama CF Montreal serta pernah menjadi asisten Roberto Martinez di tim nasional Belgia.
Ia juga sukses membawa tim U-21 Prancis meraih medali perak Olimpiade Paris 2024 sehingga tetap dianggap memiliki daya tarik besar.
Nama Roberto Martinez turut menghiasi daftar kandidat meski rekam jejaknya bersama Belgia dan Portugal menuai beragam penilaian.
Pengalaman Martinez menangani pemain-pemain bintang serta pernah bekerja sebagai analis di Amerika Serikat menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki semua kandidat.
Deretan Pelatih Elite Masuk Radar
Selain kandidat realistis, USMNT juga dikaitkan dengan sejumlah pelatih elite yang berstatus impian apabila tersedia di pasar.
Pep Guardiola menjadi nama paling bergengsi setelah mengakhiri kiprahnya bersama Manchester City usai satu dekade penuh kesuksesan.
Meski peluang merekrut Guardiola sangat kecil karena diminati banyak federasi dan klub besar, kehadirannya diyakini akan menjadi pencapaian luar biasa bagi sepak bola Amerika.
Didier Deschamps juga masuk daftar impian setelah mengakhiri era panjangnya bersama tim nasional Prancis.
Pengalaman membawa Prancis menjadi juara dunia menjadikan Deschamps sebagai salah satu pelatih internasional paling sukses dalam dua dekade terakhir.
Julian Nagelsmann ikut disebut sebagai opsi menarik setelah tidak lagi menangani tim nasional Jerman.
Pelatih muda asal Jerman itu tetap memiliki reputasi tinggi berkat keberhasilannya bersama RB Leipzig dan Bayern Munchen meski gagal membawa Jerman melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
Nagelsmann juga dinilai dapat membantu USMNT menarik pemain muda berdarah ganda yang masih mempertimbangkan negara yang akan mereka wakili.
Keputusan Mauricio Pochettino dipastikan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah baru USMNT dalam membangun tim menuju Copa America 2028 dan Piala Dunia 2030.***