Kedok NW (43), pencuri spesialis hotel bintang lima, akhirnya terbongkar. Pria yang kerap beraksi dengan penampilan rapi layaknya eksekutif ini diringkus polisi di kawasan Matraman, Jakarta Timur, pada Jumat (13/2/2026), setelah sempat “mengobok-obok” ruang rapat di sebuah hotel mewah di Sudirman, Tanah Abang.
Modus “Klimis”: Batik dan Lanyard Jadi Senjata
Bukan maling amatir, NW dikenal sangat terorganisir. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa pelaku sengaja menyasar pertemuan-pertemuan besar di hotel berbintang.
Agar tak dicurigai, NW mengenakan baju batik rapi lengkap dengan kartu identitas (lanyard) di lehernya. Penampilan ini membuatnya terlihat seperti peserta rapat atau karyawan hotel, sehingga ia leluasa melenggang masuk ke area privasi tanpa dicurigai.
“Pelaku memanfaatkan situasi ramai. Dengan gaya seperti pekerja kantoran, ia masuk ke ruang pertemuan dan mengincar barang berharga yang ditinggalkan tanpa pengawasan saat jam istirahat,” ujar Kombes Budi, Senin (16/2/2026).
Hanya Butuh 50 Menit untuk Beraksi
Aksi terakhir NW terjadi pada Selasa (10/2/2026) saat berlangsung rapat internal Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Korban meninggalkan tas ranselnya di Ruang Candi Kalasan lantai 2 sekitar pukul 12.00 WIB untuk beristirahat siang.
Namun, saat kembali pukul 12.50 WIB, tas berisi laptop Lenovo Ideapad Gaming 3i, ponsel Oppo Reno 10 X Zoom, dan uang tunai telah raib. Rekaman CCTV menjadi kunci polisi untuk melacak jejak langkah si pencuri berbatik ini.
Hasil pengembangan kepolisian menunjukkan bahwa NW adalah “pemain lama”. Berdasarkan catatan kriminalnya, ia pernah melakukan aksi serupa pada Agustus dan Oktober 2025 di hotel-hotel lain di kawasan Jakarta Pusat.
“NW bertindak sebagai eksekutor tunggal. Ia sangat memahami pola kesibukan di hotel-hotel besar,” tambah Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra.
Kini, si “Maling Batik” harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi, sekaligus menjadi pengingat bagi para peserta rapat untuk tetap waspada meski berada di lingkungan eksklusif sekalipun.