Kapal cepat KM Intim Teratai yang mengangkut 144 penumpang dilaporkan karam setelah menghantam karang tajam akibat dihantam gelombang besar pada Selasa (17/2) pukul 04.45 WIT. Saat itu kapal yang berangkat dari Pelabuhan Babang menuju Ternate ini kehilangan kendali dan mulai miring secara ekstrem.
Di tengah kegelapan subuh, kepanikan massal tak terhindarkan. Para penumpang berlarian mencari pelampung; sebagian bahkan nekat melompat ke laut dan berenang menuju pantai terdekat demi menyelamatkan nyawa.
“Kapal membawa 144 penumpang, sesuai dengan manifes yang dicatat petugas,” ungkap Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, saat memberikan konfirmasi.
Menerima laporan darurat, Tim Rescue Kansar Ternate langsung bergerak cepat. Menggunakan KN SAR Pandudewanata, tim penolong menyisir titik koordinat 0°20’58.00″N / 127°21’24.00″E, sekitar 24,66 mil laut dari Kota Ternate.
Beruntung, koordinasi cepat antara kru kapal dan tim penyelamat berhasil mengevakuasi seluruh penumpang menggunakan sekoci milik kapal menuju Pantai Desa Sabale.
Kronologi Kejadian
KM Intim Teratai sejatinya memulai pelayaran pada Senin (16/2) malam sekitar pukul 21.00 WIT. Namun, faktor cuaca dan gelombang tinggi di perairan Halmahera Selatan memaksa kapal cepat ini kandas dan berakhir miring di atas karang Pulau Makian.
Saat ini, seluruh korban telah dinyatakan selamat dan berada dalam penanganan pihak terkait di Desa Sabale. Basarnas dan unsur potensi SAR masih terus memastikan tidak ada korban yang tertinggal di lokasi kejadian.