Pesta sepak bola terbesar sejagat, Piala Dunia 2026, kini dibayangi awan hitam. Tewasnya gembong narkoba paling diburu di Meksiko, Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho”, memicu gelombang pembalasan brutal yang melumpuhkan negara bagian Jalisco dan membuat FIFA berada dalam posisi waspada tinggi.
Operasi militer di Tapalpa pada Minggu sore yang menumbangkan pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) itu segera dibalas dengan anarki. Lebih dari 250 blokade jalan didirikan di 20 negara bagian. Yang paling mengkhawatirkan, kendaraan-kendaraan dibakar tepat di jalur menuju Estadio Akron—stadion megah yang dijadwalkan menjadi saksi bisu empat pertandingan fase grup Piala Dunia mulai Juni mendatang.
Kepanikan juga menjalar hingga ke Bandara Internasional Guadalajara, memaksa pihak berwenang mengaktifkan “Kode Merah”.
Sepak Bola Berhenti Berputar
Dampak instan terasa di lapangan hijau domestik. Empat pertandingan profesional, termasuk laga bergengsi Clásico Nacional putri antara Chivas dan Club América, resmi ditunda. FIFA, meski belum mencoret Guadalajara dari daftar tuan rumah, kini mulai menunjukkan kegelisahan.
Sumber internal yang dikutip oleh Marca menyebutkan adanya “tingkat kekhawatiran yang sangat tinggi” mengenai jaminan keamanan bagi pemain dan jutaan suporter global. Jika ketertiban tidak segera pulih total, posisi Guadalajara sebagai panggung dunia berada dalam ancaman serius.
Jalisco dalam “Status Darurat”
Gubernur Jalisco, Pablo Lemus, mengambil langkah ekstrem dengan menangguhkan transportasi umum dan meliburkan sekolah. Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS telah mengeluarkan peringatan keras bagi warganya untuk tetap berlindung di tempat (shelter-in-place).
Bentrokan balasan ini dilaporkan telah menelan korban jiwa tambahan sedikitnya 14 orang, termasuk personel Garda Nasional. Di tengah puing kendaraan yang terbakar, Presiden Claudia Sheinbaum berupaya menenangkan publik dengan mengklaim bahwa sebagian besar blokade telah dibersihkan.
Ujian Berat Menuju Juni
Dengan jadwal pertandingan besar yang melibatkan tim-tim raksasa seperti Spanyol dan Uruguay, serta laga playoff pada Maret mendatang, pemerintah Meksiko kini berpacu dengan waktu. Dunia menunggu: apakah Guadalajara akan tetap menjadi tuan rumah yang ramah, ataukah bayang-bayang kartel akan memaksa FIFA memindahkan panggung impian ini ke tempat yang lebih aman?