JAKARTA – Pemerintah Jerman menegaskan komitmennya terhadap solusi dua negara dalam konflik Israel–Palestina, sekaligus menolak keras pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, yang menyebut Israel memiliki “hak alkitabiah” atas wilayah dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat.
Dalam konferensi pers di Berlin, Senin (23/2/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Kathrin Deschauer, menekankan bahwa posisi resmi Berlin tetap berpijak pada pembentukan negara Palestina di Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur. “Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur merupakan titik awal bagi negara Palestina di masa depan, dan itu menjadi dasar langkah kami,” ujarnya, dikutip dari Anadolu, Selasa (24/2/2026).
Pernyataan Huckabee sebelumnya menuai kecaman dari sejumlah negara Arab yang menilai komentarnya provokatif, tidak masuk akal, serta bertentangan dengan hukum internasional. Komentar tersebut dianggap mendukung kontrol Israel atas seluruh kawasan Timur Tengah, termasuk wilayah Palestina yang diduduki.
Deschauer menegaskan bahwa solusi dua negara adalah pendekatan terbaik untuk membuka peluang hidup berdampingan secara damai. Ia juga menekankan penolakan Jerman terhadap ekspansi permukiman Israel di wilayah pendudukan, yang dinilai memperkuat pendudukan dan mengancam prospek perdamaian.
Selama ini, Berlin konsisten menyatakan bahwa perluasan permukiman bertentangan dengan kewajiban hukum internasional, termasuk putusan Mahkamah Internasional.