JAKARTA – Umat Muslim yang melaksanakan salat Tarawih di masjid selama bulan Ramadan tentu tidak asing dengan suara bilal yang memandu imam dan jamaah di setiap pergantian rakaat. Bacaan bilal ini menjadi bagian dari tradisi ibadah Qiyam Ramadan yang berlangsung setelah salat Isya, khususnya pada pelaksanaan 8 rakaat Tarawih ditambah 3 rakaat Witir.
Secara umum, Tarawih 8 rakaat dan Witir 3 rakaat dipahami sebagai satu rangkaian salat malam yang dijalankan berjamaah di masjid maupun mushola. Tradisi bacaan bilal dilakukan setiap selesai salam pada dua rakaat dengan tujuan menjaga kekhusyukan, memberi waktu istirahat, serta memberi pengingat kepada jamaah atas jumlah rakaat yang telah dilaksanakan.
Berikut ini adalah susunan bacaan bilal selama Tarawih 8 rakaat dan Witir 3 rakaat lengkap dengan tulisan Arab, Latin, serta Artinya yang umum dipraktikkan di masjid-masjid di indonesia.
Bacaan Bilal Tarawih 8 Rakaat:
Sholat Pertama (Rakaat 1–2):
Seruan Bilal (Arab):
صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ آجَرَكُمُ اللهُ
Latin:
Shallū sunnatat tarāwīhi, ājarakumullāh.
Artinya:
“Shalatlah sunnah Tarawih, semoga Allah memberi pahala kepadamu.”
Jawab Jamaah (Arab):
لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Latin:
Lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāhi shallallāhu ‘alaihi wa sallam.
Artinya:
“Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah, shalawat Allah padanya.”
Sholat Kedua (Rakaat 3–4)
Seruan Bilal (Arab):
فَضْلًا مِنَ اللهِ وَنِعْمَةً
Latin:
Fadhlan minallāhi wa ni‘mah
Artinya:
“Karunia dan nikmat dari Allah”
Jawab Jamaah (Arab):
وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً
Latin:
Wa maghfiratan wa rahmah
Artinya:
“Pengampunan dan rahmat”
Seruan:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ…
Latin:
Lā ilāha illallāhu wahdahu… Lā hawla wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhīm.
Artinya:
Tiada Tuhan selain Allah…
Seruan Shalawat:
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad.
Jawab Jamaah
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
Allāhumma shalli wa sallim wa bārik ‘alaih.
Sholat Ketiga (Rakaat 5–8)
Seruan Bilal (Arab):
نَبِيُّكُمْ مُحَمَّدٌ صَلُّوْا عَلَيْهِ
Latin:
Nabiyyukum Muhammad, shallū ‘alaih.
Artinya:
“Nabimu Muhammad, shalawatlah padanya.”
Jawab Jamaah (Arab):
وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ
Latin:
Wa lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh
Artinya:
“Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah.”
Bacaan Sebelum Salat Witir
Seruan Bilal (Arab):
الصَّلَاةُ الْجَامِعَةُ لِسُنَّةِ الْوِتْرِ رَحِمَكُمُ اللّٰهِ
Latin:
Ash-shalātu al-jāmi‘atu li sunnati al-witri rahimakumullāh
Artinya:
“Marilah kita laksanakan salat berjamaah untuk sunnah Witir, semoga Allah merahmati kalian.”
Jawab Jamaah (Arab):
الصَّلَاةُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ
Latin:
Ash-shalātu lā ilāha illallāh
Artinya:
“(Mari kita dirikan) salat. Tiada Tuhan selain Allah.”
Catatan Penting tentang Bacaan Bilal
-
Bacaan bilal bukan bagian dari rukun atau syarat sah salat Tarawih atau Witir. Namun, bacaan ini menjadi tradisi yang membantu jamaah menjaga ritme dan kekhusyukan selama salat berjamaah.
-
Rangkaian bacaan ini tersedia dalam kitab tradisional dan praktik masyarakat di Nusantara, sehingga bisa berbeda sedikit tergantung masjid atau kelompok jamaah.
Bacaan bilal pada Tarawih 8 rakaat dan Witir 3 rakaat berfungsi sebagai panduan bagi jamaah untuk menyemangati, mengatur ritme, serta memperkaya pengalaman spiritual selama Qiyam Ramadan. Meskipun bukan bagian dari rukun salat, tradisi ini memiliki nilai budaya dan ibadah yang kuat di banyak komunitas Muslim Indonesia.