JAKARTA – Fenomena microsleep saat berkendara pada bulan Ramadan dinilai sebagai masalah serius yang kerap diabaikan. Risiko mengantuk meningkat menjelang waktu berbuka maupun setelah sahur, ketika pola tidur terganggu sehingga konsentrasi menurun dan potensi kecelakaan lalu lintas berambah.
Pelatih Real Driving Centre, Marcell RDC Kurniawan, menekankan pentingnya manajemen tidur. Ia mengingatkan agar pengemudi tidak mengonsumsi kafein berlebihan pada malam hari karena dapat mengganggu kualitas tidur dan berdampak pada fokus saat berkendara.
Selain itu, Marcell menegaskan perlunya berhenti dan beristirahat ketika tubuh mulai lelah. “Jangan paksakan diri, jika merasa mengantuk, berhentilah untuk istirahat,” ujarnya.
Pencegahan Kecelakaan
Dengan mengatur waktu tidur secara baik dan mewaspadai tanda-tanda microsleep, pengemudi dapat meminimalkan risiko kecelakaan akibat kelelahan selama menjalankan ibadah puasa. Langkah ini diharapkan membuat perjalanan tetap aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan.