JAKARTA – TNI AU menggelar diskusi strategis lintas matra guna merumuskan pembaruan konsep perang gerilya udara, darat, dan laut dalam menghadapi potensi konflik jangka panjang di era modern. Kegiatan yang dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) Trimatra Tahun Anggaran 2026 itu berlangsung di Ruang Serbaguna IG. Dewanto, Denmabesau, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Koorsahli Kasau Marsda TNI Andi Wijaya mengatakan diskusi mengangkat tema “Reformasi Peperangan Gerilya dalam Menghadapi Perang Berlarut di Era Modern” sebagai upaya memperkuat strategi pertahanan nasional yang adaptif terhadap dinamika ancaman kontemporer.
Andi menegaskan pentingnya keselarasan pemikiran antar-matra dalam membangun sistem pertahanan terpadu. “Melalui FGD Trimatra ini, saya berharap terjadi satu kesepahaman dan persepsi dalam perumusan konsep perang gerilya udara menjadi satu kerangka komando terpadu bersama gerilya darat dan gerilya laut,”katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Garuda.Tv, Selasa (3/3/2026)
Perkuat Sinergi Strategi Pertahanan Nasional
FGD tersebut menghadirkan sejumlah pejabat strategis dan pakar pertahanan dari Kementerian Pertahanan serta unsur TNI untuk membedah transformasi perang gerilya di tengah karakter konflik modern yang kian kompleks.
Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, memaparkan pendekatan pertahanan defensif aktif melalui integrasi gerilya trimatra sebagai bagian dari strategi menghadapi ancaman multi-spektrum.
Sementara itu, Asisten Strategis Panglima TNI, Marsda TNI Budhi Achmadi, mengulas pandangan TNI terkait perang berlarut, termasuk penguatan taktik gerilya dan langkah antisipatif terhadap potensi gerilya pihak lawan.
Dari matra darat, Direktur Latihan Kodiklat TNI AD, Brigjen TNI Elkines Villando Dewangga K., menyoroti perlunya reformulasi doktrin perang gerilya agar selaras dengan perkembangan teknologi, digitalisasi medan tempur, serta pola hybrid warfare.
Kontribusi dari matra laut disampaikan Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut, Laksda TNI Yayan Sofiyan, yang menjelaskan penerapan konsep multi-domain operations dalam mendukung operasi gabungan laut sebagai bagian dari strategi pertahanan terpadu.
Adapun dari matra udara, Kapoksahli Koopsau, Marsma TNI Ridha Hermawan, menekankan integrasi perang gerilya udara dalam kerangka sistem pertahanan rakyat semesta (sishankamrata), dengan memaksimalkan peran kekuatan udara dalam mendukung pertahanan nasional secara menyeluruh.
Hasilkan Rekomendasi Strategis
Melalui forum ini, TNI menargetkan lahirnya rekomendasi konkret untuk memperkuat doktrin dan kapabilitas pertahanan dalam menghadapi skenario perang berkepanjangan. Selain itu, diskusi diharapkan memperkaya konsep operasi gabungan yang responsif terhadap ancaman multidomain di era digital.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TNI dalam memastikan kesiapan menghadapi berbagai spektrum ancaman, sekaligus mempertegas komitmen reformasi strategi gerilya trimatra sebagai fondasi pertahanan negara.