TEL AVIV, ISRAEL – Israel mengancam akan menargetkan dan melenyapkan pemimpin Hizbullah Lebanon, Naim Qassem, di tengah eskalasi konflik kawasan yang semakin memanas pascakematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melontarkan ultimatum keras yang memicu gelombang kecaman. Ia menyebut Sekretaris Jenderal Hizbullah itu sebagai target berikutnya. Dalam pernyataan bernada ancaman, Katz menegaskan siapa pun yang mengikuti jejak Khamenei akan berakhir dengan nasib serupa.
Ancaman itu bukan sekadar retorika. Tak lama berselang, jet-jet tempur Israel menggempur Lebanon secara intensif. Otoritas setempat melaporkan sedikitnya 31 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat rentetan serangan yang menghantam selatan Beirut, desa-desa di Lebanon selatan, hingga Lembah Bekaa di timur. Ledakan mengguncang permukiman padat, memicu kepanikan warga sipil yang terjebak di tengah baku hantam militer.
Di sisi lain, Hizbullah tak tinggal diam. Kelompok bersenjata yang berbasis di Lebanon itu meluncurkan roket dan drone ke sebuah fasilitas pertahanan rudal di dekat Haifa, Israel utara. Serangan tersebut diklaim sebagai pembalasan atas kematian Khamenei dan rangkaian serangan Israel yang dinilai terus menginjak kedaulatan Lebanon.
Dalam pernyataan yang dikutip Al Jazeera pada Senin (2/3), Hizbullah menegaskan bahwa pembunuhan para pemimpin dan warga mereka memberi legitimasi untuk membalas. Mereka menyebut serangan ke wilayah Israel sebagai peringatan keras sekaligus pesan bahwa perlawanan belum padam.
Naim Qassem sendiri menggantikan Hassan Nasrallah, yang tewas dalam serangan Israel pada 27 September tahun lalu. Kini, namanya berada di puncak daftar target Israel. Situasi ini menempatkan Lebanon di garis depan konflik terbuka antara Iran dan Israel, dengan risiko perang besar yang kian nyata.
Militer Israel mengklaim telah menghancurkan sejumlah posisi strategis Hizbullah, termasuk di Beirut, serta menewaskan seorang komandan senior kelompok tersebut. Namun identitas sosok yang disebut sebagai komandan itu belum dikonfirmasi secara independen.
Eskalasi ini menandai babak baru yang jauh lebih berbahaya. Ancaman pembunuhan terhadap pemimpin Hizbullah dan saling serang lintas batas mempertegas bahwa konflik Iran–Israel kini menjalar ke Lebanon secara terbuka. Kawasan Timur Tengah kembali berada di ambang ledakan besar yang dampaknya bisa melampaui batas-batas negara.