JAKARTA – Presiden Donald Trump pada Selasa (4/3/2026) menyatakan bahwa dirinya memerintahkan pasukan Amerika Serikat bergabung dalam serangan Israel terhadap Iran karena meyakini Teheran akan menyerang lebih dulu. Pernyataan itu berbeda dengan alasan yang sebelumnya disampaikan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Rubio sehari sebelumnya mengatakan, “Kami tahu bahwa akan ada aksi dari Israel; kami tahu bahwa hal itu akan memicu serangan terhadap pasukan Amerika, dan kami tahu bahwa jika kami tidak melakukan serangan pencegahan sebelum mereka melancarkan serangan tersebut, kami akan menderita korban yang lebih tinggi.”
Dilansir dari Reuters, Trump menolak anggapan bahwa Israel memaksa AS masuk ke dalam konflik. “Saya mungkin telah memaksa tangan mereka (Israel),” ujarnya di Ruang Oval saat bertemu Kanselir Jerman Friedrich Merz. “Kami sedang melakukan negosiasi dengan orang-orang gila ini, dan menurut pendapat saya, mereka akan menyerang lebih dulu. Jika kami tidak melakukannya, mereka akan menyerang lebih dulu. Saya sangat yakin akan hal itu.”
Iran menilai serangan AS tidak beralasan. Sementara itu, sejumlah komentator konservatif menuding Israel yang mendorong AS masuk ke perang. Podcaster Matt Walsh menulis kepada jutaan pengikutnya di X bahwa komentar Rubio “pada dasarnya adalah hal terburuk yang bisa dia katakan.” Podcaster Megyn Kelly juga meragukan keputusan Trump, dengan menekankan, “Tugas pemerintah kita bukanlah melindungi Iran atau Israel. Tugasnya adalah melindungi kita. Dan ini terasa sangat jelas bagi saya sebagai perang Israel.”
Kritik dari sayap kanan muncul di tengah upaya Partai Republik mempertahankan kendali Kongres dalam pemilu paruh waktu November. Perdebatan mengenai awal mula perang memaksa Gedung Putih melakukan pengendalian kerusakan.
Trump untuk pertama kalinya menjawab langsung pertanyaan wartawan sejak serangan udara AS-Israel dimulai tiga hari sebelumnya. Ia menegaskan bahwa Iran berada di ambang melancarkan serangan, meski tidak menyajikan bukti. Rubio kemudian menegaskan, “Intinya adalah ini: Presiden memutuskan bahwa kita tidak akan diserang lebih dulu. Sesederhana itu, guys.”
Pejabat senior pemerintahan Trump menjelaskan bahwa pembicaraan di Jenewa dengan Iran gagal mencapai kesepakatan nuklir. Utusan AS menilai Teheran melakukan taktik penundaan, sementara Iran membantah sedang mencari senjata nuklir. Trump akhirnya memerintahkan serangan yang dimulai pada Sabtu.