JAKARTA – Keputusan Bernardo Silva meninggalkan Manchester City di akhir musim menjadi sorotan besar di tengah persaingan sengit Liga Inggris.
Pelatih City, Pep Guardiola secara terbuka mengungkapkan bahwa kepergian gelandang asal Portugal itu bukan sekadar kehilangan pemain, melainkan juga bagian penting dari dirinya sebagai pelatih.
Situasi ini terjadi di momen krusial ketika Manchester City masih memburu gelar Liga Inggris dan Piala FA,Minggu (19/4/2026) malam WIB sekaligus berupaya menutup era gemilang Silva dengan prestasi tambahan.
Pelatih asal Spanyol itu menyebut kontribusi Bernardo Silva selama sembilan tahun terakhir sebagai sesuatu yang sulit tergantikan di dalam skuad.
“Ketika pemain seperti dia pergi, sebagian dari diri saya juga ikut pergi,” ujar Guardiola dalam pernyataannya seperti dilansri ESPN, Minggu.
Silva dipastikan hengkang setelah kontraknya berakhir, mengakhiri perjalanan panjang yang dipenuhi 19 trofi bersama Manchester City.
Guardiola berharap anak asuhnya mampu memberikan perpisahan manis dengan menambah koleksi gelar sebelum musim berakhir.
Ia menegaskan bahwa Silva masih memegang peran penting dalam sisa kompetisi dan diyakini akan memberikan kontribusi maksimal hingga laga terakhir.
“Dia pemain spesial dan pantas mendapatkan akhir terbaik,” kata Guardiola menambahkan.
Secara statistik, Bernardo Silva mencatatkan 76 gol dan 77 assist dari 451 penampilan bersama klub.
Kepergiannya menambah daftar panjang pemain senior yang telah meninggalkan Manchester City dalam satu tahun terakhir.
Beberapa nama seperti Kyle Walker, Ilkay Gundogan, Ederson, dan Kevin De Bruyne juga tidak lagi menjadi bagian dari skuad utama.
Sebagai gantinya, klub telah mendatangkan sejumlah pemain baru untuk membangun ulang kekuatan tim.
Nama-nama seperti Rayan Cherki dan Tijjani Reijnders direkrut lebih awal, disusul Antoine Semenyo dan Marc Guehi pada bursa transfer berikutnya.
Selain itu, pemain muda seperti Nico O’Reilly dan Abdukodir Khusanov mulai mendapatkan tempat reguler di tim utama.
Namun, Guardiola mengakui bahwa komposisi skuad yang kini lebih banyak diisi wajah baru menghadirkan tantangan tersendiri.
Ia menilai belum ada jaminan para pemain anyar mampu tampil konsisten dalam tekanan perebutan gelar.
“Banyak dari mereka belum pernah memenangkan Liga Inggris, jadi kami belum tahu bagaimana mereka akan bereaksi,” ujar Guardiola.
Manchester City kini menghadapi laga krusial melawan Arsenal yang berpotensi menentukan arah perebutan gelar musim ini.
Jika gagal meraih kemenangan, peluang City untuk mempertahankan dominasi di Liga Inggris bisa semakin menipis.
Guardiola pun menekankan pentingnya mentalitas dan kesiapan tim dalam menghadapi tekanan tersebut.
“Kami butuh tekanan itu, karena jika kalah maka semuanya bisa berakhir,” tegasnya.
Dengan situasi yang semakin ketat, Manchester City dituntut tampil sempurna demi menjaga asa meraih gelar sekaligus memberikan perpisahan terbaik bagi Bernardo Silva.***