JAKARTA – Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 pada 12 Juni 2026 mendatang, tren harga tiket di pasar penjualan kembali atau secondary market menunjukkan perubahan yang cukup mencolok.
Data terbaru dari platform penjualan tiket GameTime mengungkapkan bahwa lebih dari separuh pertandingan fase grup mengalami penurunan harga sedikitnya 20 persen dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
Fenomena tersebut menjadi kabar baik bagi para penggemar sepak bola yang sebelumnya mengeluhkan mahalnya biaya untuk menyaksikan langsung ajang terbesar sepak bola dunia tersebut.
Tercatat terdapat lebih dari 13 pertandingan fase grup yang kini menawarkan tiket masuk dengan harga di bawah 300 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp4,86 juta per kursi dengan asumsi kurs Rp16.200 per dolar AS.
Pertandingan dengan harga tiket termurah saat ini adalah duel Tanjung Verde melawan Arab Saudi yang akan berlangsung di Houston pada 26 Juni.
Untuk menyaksikan laga tersebut secara langsung, penggemar cukup merogoh kocek sekitar 157 dolar AS atau setara Rp2,54 juta.
Selain laga tersebut, terdapat lima pertandingan lain yang harga tiket masuknya masih berada di bawah 200 dolar AS atau sekitar Rp3,24 juta.
Dua di antaranya berlangsung di Santa Clara yang mempertemukan Yordania kontra Aljazair serta Austria melawan Yordania.
Sementara tiga pertandingan murah lainnya adalah Curacao menghadapi Pantai Gading di Philadelphia, Austria menghadapi Aljazair di Kansas City, dan Republik Ceko melawan Afrika Selatan di Atlanta.
Meski banyak tiket mengalami penurunan harga, pertandingan yang melibatkan Amerika Serikat tetap menjadi magnet utama yang membuat harga tiket bertahan tinggi.
Laga Amerika Serikat melawan Australia di Seattle pada 19 Juni menjadi salah satu pertandingan termahal di fase grup.
Harga tiket termurah untuk pertandingan tersebut saat ini mendekati 1.200 dolar AS atau sekitar Rp19,44 juta.
Sementara pertandingan Amerika Serikat menghadapi Turki di Los Angeles masih dibanderol hampir 800 dolar AS atau setara Rp12,96 juta.
Penurunan harga yang cukup tajam juga terjadi pada pertandingan pembuka Kanada yang akan dimainkan di Toronto.
Awalnya laga tersebut diproyeksikan mempertemukan Kanada dengan Italia setelah hasil undian grup diumumkan pada Desember lalu.
Namun skenario itu berubah setelah Italia gagal lolos ke putaran final usai tersingkir oleh Bosnia dan Herzegovina melalui adu penalti pada babak playoff zona Eropa.
Akibat perubahan lawan tersebut, harga tiket pertandingan pembuka Kanada mengalami koreksi besar.
Sebelum Italia tersingkir, harga tiket termurah untuk pertandingan tersebut sempat menembus lebih dari 2.000 dolar AS atau sekitar Rp32,4 juta.
Kini tiket pertandingan yang mempertemukan Kanada dan Bosnia-Herzegovina dapat diperoleh mulai 675 dolar AS atau sekitar Rp10,94 juta.
Di sisi lain, tidak semua pertandingan mengalami penurunan harga.
Beberapa laga justru mencatat lonjakan nilai jual yang cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Pertandingan Portugal melawan Kolombia di Miami pada 27 Juni menjadi salah satu contoh paling mencolok.
Harga tiket termurah untuk laga tersebut kini telah melampaui 2.700 dolar AS atau sekitar Rp43,74 juta.
Nilai tersebut hanya kalah mahal dibandingkan tiket partai final Piala Dunia 2026 yang akan digelar pada 19 Juli.
Lonjakan serupa juga terjadi pada pertandingan Brasil melawan Maroko yang akan berlangsung di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey.
Harga tiket termurah laga tersebut meningkat dari sekitar 1.000 dolar AS atau Rp16,2 juta menjadi hampir 1.500 dolar AS atau setara Rp24,3 juta.
“Kami melihat adanya pergeseran minat penonton yang cukup besar menjelang turnamen dimulai, sehingga beberapa pertandingan mengalami penurunan harga sementara laga yang melibatkan tim favorit dunia justru semakin mahal,” demikian gambaran tren pasar tiket berdasarkan data GameTime.
Pergerakan harga tiket ini menunjukkan bahwa faktor popularitas tim, daya tarik pemain bintang, hingga perubahan peserta turnamen menjadi penentu utama nilai tiket di pasar sekunder menjelang dimulainya Piala Dunia 2026.***