VATIKAN – Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Leo XIV kembali menegaskan seruan kuat untuk perdamaian dunia di tengah meningkatnya konflik Timur Tengah dengan meminta semua pihak bekerja untuk damai dan mencari solusi tanpa senjata.
Dalam pernyataan singkat kepada para jurnalis di Castel Gandolfo, Pemimpin Gereja Katolik itu mengingatkan bahwa kebencian global terus meningkat dan hanya dialog tulus yang mampu meredakan ketegangan.
Mengutip Vatican News, Rabu (4/3/2026) seruan damai Paus Leo XIV tersebut disampaikan saat dunia diliputi kekhawatiran atas eskalasi serangan di kawasan Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pope Leo XIV berbicara di luar Villa Barberini, kediaman kepausan di Castel Gandolfo, tempat ia menjalani hari istirahat sekaligus bekerja, dan dalam kesempatan itu ia mengulang pesannya agar umat manusia “berdoa untuk damai, bekerja untuk damai, dan mengurangi kebencian.”
Ia menekankan bahwa stabilitas tidak akan pernah lahir dari ancaman timbal balik maupun penggunaan senjata yang hanya meninggalkan kehancuran dan penderitaan bagi masyarakat sipil.
Menurutnya, dunia saat ini menghadapi peningkatan rasa takut dan ketegangan yang meluas, sehingga tanggung jawab moral semua pihak adalah benar-benar mengupayakan dialog yang masuk akal, tulus, dan bertanggung jawab.
Pernyataan ini senada dengan pesan yang ia sampaikan sebelumnya saat doa Angelus, ketika ia menyoroti serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta balasan serangan Iran di sejumlah wilayah Timur Tengah.
Dalam refleksinya, ia menegaskan bahwa perdamaian sejati tidak dibangun melalui logika kekuatan senjata, melainkan melalui keberanian membuka ruang percakapan dan mencari solusi tanpa kekerasan.
“Stabilitas dan perdamaian tidak dapat dicapai melalui ancaman timbal balik, maupun melalui penggunaan senjata yang menebarkan kehancuran, penderitaan, dan kematian, melainkan hanya melalui dialog yang rasional, tulus, dan bertanggung jawab,” ungkap Paus.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa diplomasi dan komunikasi lintas negara harus ditempatkan di atas kepentingan militer demi mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Seruan Paus ini hadir di tengah kekhawatiran global akan meluasnya konflik regional yang berpotensi memicu instabilitas internasional serta memperburuk krisis kemanusiaan.
Melalui imbauannya, ia mendorong komunitas internasional untuk mengedepankan akal sehat dan menahan diri dari tindakan yang memperbesar risiko perang terbuka.
Di tengah dunia yang semakin terpolarisasi, pesan moral tersebut memperkuat posisi Vatikan sebagai suara konsisten yang menyerukan penghentian kekerasan dan promosi perdamaian global.***