JATIM – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) berhasil menyelesaikan program peningkatan struktural dan pembaruan tengah usia pada pesawat tempur F-16 AM, menandai langkah signifikan dalam modernisasi alutsista pertahanan udara.
Pesawat yang telah di-upgrade melalui program Falcon STAR (Structural Augmentation Roadmap) dan Enhanced Mid-Life Update (eMLU) kini resmi bergabung kembali dengan Skadron Udara 3, memperkuat kesiapan operasional di Lanud Iswahjudi.
Proses upgrade ini melibatkan serangkaian tahapan ketat, mulai dari pengerjaan di Skadron Teknik (Skatek) 042 hingga uji terbang yang berhasil dilaksanakan.
Penyerahan pesawat dilakukan secara resmi pada Senin, 2 Maret 2026, di Hanggar Skatek 042 Depohar 80, Lanud Iswahjudi. Acara tersebut dipimpin oleh Komandan Grup 3 Tempur, Marsma TNI David Yohan Tamboto yang menekankan pentingnya inisiatif ini untuk menjaga integritas wilayah udara Indonesia.
Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, keberhasilan program ini merupakan bagian dari strategi TNI AU dalam mempercepat modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpahankam).
“Keberhasilan program Falcon STAR dan eMLU ini menjadi bagian dari upaya TNI AU dalam meningkatkan modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpahankam), sekaligus memastikan kesiapan operasional satuan udara tetap optimal,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Garuda.Tv, Jumat (6/3/2026).
Dalam sambutannya saat penyerahan, Dangrup 3 Tempur juga menyampaikan apresiasi kepada tim teknis yang terlibat dalam program tersebut.
“Dangrup 3 Tempur menyampaikan apresiasi kepada Tim Falcon STAR-eMLU atas dedikasi dan profesionalisme yang memungkinkan proses peningkatan pesawat dapat diselesaikan tepat waktu,” kata Marsma TNI David Yohan Tamboto.
Ia menambahkan, kembalinya pesawat tersebut ke satuan operasional diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan Skadron Udara 3 dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.
Acara penyerahan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga mencakup prosedur administratif untuk memastikan kelancaran operasional. Rangkaian kegiatan ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Dangrup 3 Tempur dan Kepala Dinas Logistik (Kadislog) Lanud Iswahjudi yang bertindak sebagai Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Falcon STAR-eMLU. Selain itu, dilakukan penyerahan dokumen riwayat pesawat sebagai bagian dari administrasi operasional guna memastikan seluruh catatan teknis dan historis pesawat terdokumentasi dengan baik.
Program Falcon STAR-eMLU dirancang untuk memperpanjang usia pakai pesawat F-16, meningkatkan kekuatan struktural, serta mengintegrasikan teknologi terbaru, termasuk sistem avionik yang lebih canggih. Melalui program ini, TNI AU tidak hanya mempertahankan aset yang ada, tetapi juga mengoptimalkan efisiensi biaya dalam menghadapi tantangan keamanan kawasan.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat postur pertahanan nasional di tengah dinamika geopolitik Asia Tenggara.
Keberhasilan upgrade ini diharapkan menjadi model bagi program serupa di masa mendatang, terutama bagi armada pesawat tempur lainnya. Skadron Udara 3 yang berbasis di Madiun kini memiliki kapabilitas lebih kuat untuk menjalankan misi pengawasan, intersepsi, dan dukungan udara, sehingga berkontribusi langsung terhadap stabilitas keamanan udara Indonesia.
TNI AU juga terus mendorong kolaborasi antara unit teknis dan operasional guna menjaga standar kesiapan yang tinggi. Dengan F-16 yang telah ditingkatkan kemampuannya, Indonesia semakin siap menghadapi berbagai potensi ancaman udara serta memastikan kedaulatan langit nusantara tetap terjaga.