DUBAI, UEA – Ledakan keras disertai kepulan asap mengguncang kawasan Bandara Internasional Dubai, Sabtu (7/3/2026), memicu kekacauan di salah satu bandara tersibuk dunia di tengah eskalasi serangan balasan Iran ke sejumlah kawasan Teluk.
Berdasarkan laporan saksi mata yang dikutip AFP, ledakan tersebut langsung diikuti dengan munculnya asap di cakrawala. Data dari situs pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan sejumlah pesawat yang hendak mendarat terpaksa masuk dalam pola penahanan (holding pattern) atau berputar-putar di atas bandara, sementara beberapa lainnya dilaporkan dialihkan ke bandara alternatif .
Menanggapi situasi darurat ini, Kantor Media Dubai angkat bicara. Dalam sebuah unggasan di platform media sosial X, mereka mendeskripsikan kejadian tersebut sebagai “insiden kecil akibat jatuhnya puing-puing setelah pencegatan.” Pihak berwenang juga dengan cepat membantah rumor yang beredar mengenai kondisi bandara, memastikan bahwa situasi telah ditangani dengan sigap, meskipun tanpa memberikan rincian lebih lanjut terkait sumber puing atau operasi pencegatan tersebut .
Insiden ini menambah daftar panjang dampak kolateral dari konflik yang meluas. Sebelumnya, Bandara Dubai sempat mencatatkan insiden serupa pekan lalu yang mengakibatkan empat orang staf terluka dan satu concourse bandara rusak akibat serangan drone .
Liga Arab Gelar Rapat Darurat
Di tengah atmosfer kawasan yang semakin memanas, Sekretaris Jenderal Liga Arab, Hossam Zaki, mengumumkan bahwa para Menteri Luar Negeri negara-negara Arab akan menggelar pertemuan darurat pada Minggu (8/3/2026) besok. Rapat yang akan dilangsungkan secara konferensi video ini bertujuan khusus untuk membahas agresi Iran yang telah menyasar sejumlah wilayah di negara-negara Arab .
Pertemuan mendesak itu dijadwalkan akan melibatkan sejumlah negara kunci, termasuk Kuwait, Arab Saudi, Qatar, Oman, Yordania, dan Mesir. Langkah ini diambil sebagai respons atas eskalasi yang tidak hanya mengancam keamanan nasional masing-masing negara, tetapi juga stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan .
Teheran Jadi Sasaran Gempuran
Pada hari yang sama, Sabtu (7/3/2026), serangan balasan juga dilaporkan menghantam jantung pertahanan Iran. Sumber militer yang dikutip AFP menyebutkan bahwa sekitar 80 jet tempur Angkatan Udara Israel terlibat dalam serangan beruntun yang menargetkan ibu kota Iran, Teheran.
Serangan ini merupakan bagian dari fase baru operasi militer Israel. Sejak dimulainya perang, militer Israel mengklaim telah menjatuhkan lebih dari 6.500 bom di Iran melalui sekitar 2.500 sorti dalam 150 gelombang serangan. Target operasi meliputi peluncur rudal balistik, fasilitas penyimpanan drone, serta pabrik-pabrik produksi senjata di Teheran dan berbagai lokasi lainnya di Iran .
Di tengah gempuran itu, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Ia mengungkapkan bahwa sedikitnya 1.332 warga sipil Iran, termasuk wanita dan anak-anak, telah tewas dalam serangan AS-Israel. Ia juga menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan “kejahatan perang yang nyata” karena secara sengaja menargetkan infrastruktur sipil dan kawasan padat penduduk.