Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara untuk meredam kegaduhan di media sosial. Menkeu secara tegas membantah rumor yang menyebut kas negara sedang “sekarat” dan tersisa hanya Rp120 triliun. Isu liar tersebut sebelumnya sempat memicu kekhawatiran publik hingga muncul ajakan provokatif untuk menarik tabungan dari bank BUMN.
Kabar miring tersebut langsung ditepis oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Isu ini sempat memanas di media sosial, bahkan dibumbui narasi ajakan menarik uang dari bank BUMN karena ketakutan dana nasabah akan digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Isu dana negara tinggal Rp120 triliun lalu habis? Enggak! Itu tidak benar,” tegas Purbaya dalam media briefing di Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).
Salah Kaprah Soal Saldo Anggaran
Purbaya meluruskan bahwa angka Rp120 triliun yang ramai dibicarakan sebenarnya adalah bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan di Bank Indonesia (BI). Secara total, dana SAL tersebut mencapai Rp420 triliun.
“Sisanya yang Rp300 triliun itu kami tempatkan di perbankan. Sifatnya deposito on call, jadi sewaktu-waktu bisa ditarik kembali. Itu pun baru SAL, dana-dana yang lain kan masih banyak,” jelas Purbaya.
Bendahara Negara ini menjamin bahwa pemerintah menerapkan cash management yang sangat hati-hati dan profesional. Strategi penempatan dana di perbankan justru dilakukan untuk membantu mendorong roda perekonomian nasional, bukan karena uang negara sudah habis.
“Kita menjaga manajemen kas dengan sangat baik sepanjang tahun. Jadi, tidak perlu takut dengan kondisi APBN kita. Dana SAL itu bahkan belum kita sentuh sama sekali untuk belanja, hanya posisinya saja yang saya pindahkan agar lebih produktif,” imbuhnya.
Pemerintah meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial dan tidak melakukan tindakan gegabah seperti rush money atau penarikan uang massal. Kondisi fiskal Indonesia dipastikan tetap solid untuk membiayai seluruh program strategis, termasuk program sosial tanpa harus mengganggu simpanan masyarakat di perbankan.
“Uang kita masih banyak. Jangan khawatir, APBN dalam kondisi yang sangat aman dan tercukupi,” pungkas Purbaya.