Perjalanan pidana Robig Zaenuddin memasuki babak paling kelam. Mantan anggota Polri yang menembak mati siswa SMKN 4 Semarang, Gamma (17), ini resmi dipindahkan ke Lapas Gladakan, Nusakambangan, pada Rabu (22/4/2026). Pemindahan ini dilakukan menyusul dugaan kuat keterlibatannya dalam peredaran gelap narkoba di dalam Lapas Kelas I Semarang.
Terbongkar Saat Inspeksi Mendadak
Ulah Robig tercium saat Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng melakukan inspeksi mendadak di Lapas Semarang. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, mengungkapkan bahwa saat pemeriksaan, Robig ditemukan dalam kondisi fisik yang tidak stabil alias labil.
“Penyidik curiga karena posisinya labil. Setelah dilakukan pemeriksaan barang-barang dan tes urine, hasilnya menunjukkan Robig positif narkoba,” jelas Artanto, Jumat (24/4/2026). Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami apakah Robig berperan sebagai pengguna atau justru pengendali jaringan di dalam lapas.
Resmi Dipecat Tanpa Upacara
Ketegasan institusi Polri ditunjukkan dengan dikeluarkannya surat Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH) terhadap Robig per tanggal 18 Februari 2026. Penyerahan surat pemecatan dilakukan langsung kepada pihak keluarga oleh SDM Polrestabes Semarang.
“Kasus penembakan itu menjadi perhatian utama. Profesionalisme yang bersangkutan sangat buruk sehingga diputuskan untuk dipecat secara resmi,” tegas Artanto.
Kecurigaan Pengacara Keluarga Korban
Di sisi lain, pengacara keluarga korban, Zainal Petir, menyebut temuan ini seolah mengonfirmasi kecurigaannya sejak awal. Ia menyoroti rekaman CCTV saat kejadian penembakan yang memperlihatkan Robig tampak sempoyongan bahkan terjatuh setelah melepas tembakan ke arah Gamma dkk.
“Saya sudah curiga dari awal. Kok tega sekali menembaki anak di bawah umur sambil sempoyongan? Kami menuntut kepolisian menyelidiki apakah saat menembak Gamma dulu, dia juga dalam pengaruh narkoba,” ujar Zainal.
Ia bahkan meminta agar jaringan narkoba yang melibatkan Robig diusut tuntas hingga ke akarnya. “Dia pantas dihukum mati jika terbukti mengendalikan narkoba. Jangan tebang pilih!” pungkasnya.