Penemuan jasad seorang wanita berinisial DH (56) di kediamannya di Meruyung, Limo, Depok, Jawa Barat, menggemparkan warga setempat. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan—sudah menjadi kerangka—tertutup tumpukan pakaian dan karpet di dalam kamarnya sendiri pada Sabtu (7/3/2026).
Kematian DH terbongkar saat anak korban (L) bersama pacarnya (R) berniat membersihkan rumah sang ibu. Sebelumnya, mereka sempat percaya bahwa DH berada di Sukabumi, Jawa Barat, sesuai informasi dari keluarga.
Kecurigaan baru muncul saat L dan R kembali ke rumah untuk kedua kalinya. Saat membersihkan kamar dan hendak merapikan tumpukan pakaian ke dalam kantong plastik, saksi R terkejut saat menyingkap karpet. Ia melihat sepasang kaki manusia yang hanya tersisa tulang dengan kondisi kulit mengering.
Jejak Kejanggalan: Taburan Kopi dan Harta yang Raib
Polisi menemukan fakta-fakta yang mengarah pada dugaan tindakan kriminal yang terencana. Selain jasad yang disembunyikan di bawah tumpukan baju, petugas mendapati adanya taburan bubuk kopi di atas jenazah korban—yang diduga kuat digunakan untuk menyamarkan aroma pembusukan.
Tak hanya itu, sejumlah harta benda milik korban raib, di antaranya:
-
Satu unit sepeda motor Suzuki Address (termasuk STNK dan kunci).
-
Satu unit ponsel milik korban.
Suami Siri Menjadi Sosok Kunci
Penyelidikan kini difokuskan pada keberadaan suami siri korban yang selama ini tinggal serumah. Menurut keterangan Ketua RT setempat, hubungan rumah tangga DH dan suami sirinya memang kerap diwarnai keributan. Namun, pasca penemuan jasad ini, sosok suami siri tersebut kini menghilang tanpa jejak.
“Korban sehari-hari tinggal bersama suami sirinya. Keberadaan suami siri korban saat ini tidak diketahui,” ujar Kapolsek Cinere, Kompol Chairul Saleh, Minggu (8/3/2026).
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif dan memburu suami siri korban yang diduga kuat mengetahui penyebab kematian DH. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya motif perampokan di balik hilangnya barang-barang berharga milik korban.