JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan banjir Jakarta Barat masih merendam 18 rukun tetangga (RT) serta dua ruas jalan hingga Senin 9 Maret 2026 pukul 04.00 WIB akibat hujan deras yang mengguyur wilayah ibu kota sejak Sabtu hingga Minggu.
Diantaranya genangan banjir menghambat aktivitas masyarakat terutama di kawasan sekitar Stasiun Rawa Buaya, Jakarta Barat, pada Senin pagi.
Sejumlah pejalan kaki bahkan kesulitan melintas karena air masih menggenangi akses jalan menuju stasiun sehingga sebagian warga harus menggunakan alas dari gabus agar dapat mencapai area peron.
BPBD DKI Jakarta menyatakan seluruh titik banjir yang masih tersisa berada di wilayah Jakarta Barat dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 90 sentimeter.
Kondisi tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi serta meluapnya sejumlah aliran kali di wilayah tersebut.
Di Kelurahan Duri Kosambi tercatat empat RT masih terendam dengan ketinggian air antara 30 hingga 80 sentimeter akibat curah hujan tinggi serta luapan Kali Semanan.
Sementara itu di Kelurahan Rawa Buaya terdapat sembilan RT yang masih terdampak dengan tinggi genangan mencapai 60 hingga 90 sentimeter.
Genangan juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Jelambar yang merendam satu RT dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter akibat meluapnya Kali Grogol.
Di Kelurahan Kembangan Selatan, dua RT masih terendam dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter yang diperparah oleh luapan Kali Bendungan Kali Pelopor.
Selain itu dua RT di Kelurahan Kembangan Utara turut terdampak dengan ketinggian air berkisar antara 40 hingga 60 sentimeter.
Banjir tidak hanya merendam permukiman tetapi juga menggenangi dua ruas jalan utama yakni Jalan Kapuk Muara Raya di Kelurahan Kapuk Muara serta kawasan lampu merah Luar Kembangan Raya di Kembangan Selatan.
Ketinggian air di dua titik jalan tersebut dilaporkan mencapai 15 hingga 70 sentimeter akibat kombinasi hujan deras dan meluapnya Kali Angke.
Dampak banjir membuat sebagian warga harus mengungsi ke sejumlah titik pengungsian yang telah disiapkan pemerintah setempat.
Di wilayah Kedaung Kali Angke, pengungsi tersebar di Masjid Jami AlKhaeer sebanyak 11 kepala keluarga atau 28 jiwa, Masjid Uswatun Hasanah sebanyak 20 kepala keluarga atau 50 jiwa, serta Masjid Jami AlFudhollah yang menampung 13 kepala keluarga atau 60 jiwa.
Sementara itu di Kelurahan Kembangan Selatan warga terdampak mengungsi di Masjid At-Taqwa dengan jumlah 27 kepala keluarga atau 80 jiwa serta Majelis Darul Muhyi yang menampung 13 kepala keluarga atau 50 jiwa.
Di Kelurahan Kembangan Utara pengungsi berada di Masjid Jami Al Ikhlas dan Mushola At Tihanah yang menampung 36 kepala keluarga atau 108 jiwa.
Sebagian pengungsi lainnya juga ditempatkan di Ruang Literasi serta SDN 05/08 dengan jumlah 13 kepala keluarga atau 33 jiwa serta di Sekolah SDSN 01 Pagi.
Adapun di Kelurahan Jelambar warga terdampak banjir tercatat mengungsi di Mushola At Taqwa dengan jumlah 10 kepala keluarga atau sekitar 30 orang.
BPBD juga melaporkan sejumlah wilayah yang sebelumnya terendam kini telah berangsur surut.
Wilayah tersebut antara lain Cengkareng Timur satu RT, Kedoya Utara empat RT, Kembangan Utara dua RT, Kedaung Kali Angke empat RT, serta Duri Kosambi satu RT.
Beberapa ruas jalan yang sebelumnya tergenang juga sudah kembali dapat dilintasi kendaraan.
Jalan tersebut meliputi Jalan Puri Kembangan, Jalan Daan Mogot KM 13, Jalan Perumahan Green Garden Kedoya Utara, Jalan Daan Mogot Halte Taman Kota, Jalan Srengseng Raya, serta Jalan Daan Mogot depan Victoria di Cengkareng Timur.
BPBD DKI Jakarta menyatakan telah mengerahkan personel ke lapangan untuk memantau perkembangan banjir serta memastikan penanganan genangan berjalan optimal.
Petugas juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan air serta memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik.
Pemerintah daerah bersama lurah dan camat setempat turut menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga yang mengungsi di lokasi penampungan sementara.
BPBD menargetkan genangan banjir di Jakarta Barat dapat segera surut seiring upaya penanganan yang terus dilakukan.
BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan yang masih mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem.
Warga yang menghadapi kondisi darurat diminta segera menghubungi layanan panggilan 112 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.***