JAKARTA – Warga DKI Jakarta mulai merasakan cuaca lebih terik dalam beberapa hari terakhir setelah akhir pekan sebelumnya dilanda hujan lebat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cerah mendominasi pagi hari Sabtu (14/3/2026), meski potensi hujan ringan tetap mengintai pada siang hingga sore di sejumlah wilayah ibu kota.
Menurut prakiraan BMKG, pagi hari cuaca cerah diprediksi melanda Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Jakarta Barat serta Jakarta Selatan diperkirakan berawan, sementara Kepulauan Seribu cerah berawan.
Memasuki menjelang siang sekitar pukul 13.00 WIB, hujan ringan berpotensi mengguyur Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat. Jakarta Pusat dan Jakarta Timur diprakirakan cerah berawan, sedangkan Jakarta Selatan tetap berawan.
Pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, hujan ringan diperkirakan turun di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Jakarta Pusat, Jakarta Utara, serta Kepulauan Seribu berpotensi cerah berawan.
Malam hari, cuaca cerah berawan mendominasi Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat. Jakarta Barat, Jakarta Timur, serta Jakarta Selatan diprediksi berawan.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengonfirmasi tren peningkatan suhu yang terpantau belakangan ini.
“Data dari Pos Pengamatan Kemayoran, Tanjung Priok, dan Halim Perdana Kusuma menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan suhu maksimum, dari kisaran 29-30 derajat Celcius pada periode 5-8 Maret 2026 menjadi sekitar 31-33 derajat Celcius pada periode 9-11 Maret 2026,” katanya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (12/3).
Andri menjelaskan, kondisi panas ini dipicu oleh pergeseran dinamika atmosfer. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang sebelumnya berada di sekitar wilayah Indonesia kini bergerak ke arah timur, sehingga mengurangi pembentukan awan hujan di Jakarta. Selain itu, Monsun Asia cenderung melemah, mengakibatkan suplai massa udara lembap yang memicu hujan menjadi tidak sekuat sebelumnya.
“Akibatnya, pada siang hari radiasi matahari lebih dominan sehingga suhu terasa lebih panas,” terangnya.
Meski demikian, kelembapan udara di Jakarta masih relatif tinggi, sehingga pembentukan awan dan hujan lokal tetap mungkin terjadi, walau tidak merata. Andri menegaskan, potensi hujan masih ada untuk sepekan ke depan.
“Oleh karena itu, meskipun pada siang hari cuaca dapat terasa cukup terik, potensi hujan lokal pada sore atau malam hari masih tetap ada,” pungkasnya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau update prakiraan cuaca secara berkala melalui situs resmi bmkg.go.id atau aplikasi Info BMKG, terutama jelang periode mudik Lebaran yang diprediksi masih berpotensi cuaca variatif di sebagian wilayah Indonesia.