JAKARTA – Kelompok Hizbullah mengklaim telah melancarkan serangkaian serangan terhadap target militer Israel di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel pada Rabu (25/3/2026), di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat.
Dalam pernyataannya yang dilansir Anadolu, Hizbullah menyebut menargetkan sebuah tank Merkava milik Israel di kota perbatasan Qouzah, Lebanon selatan, menggunakan rudal berpemandu. Kelompok itu juga mengklaim menyerang helikopter militer Israel yang hendak mengevakuasi korban, sehingga memaksanya mundur.
Selain itu, Hizbullah menyatakan telah menyerang pasukan Israel di barak Shomera dengan drone, serta meluncurkan roket ke markas komando militer Israel di dekat barak Yiftah. Serangan lain diklaim menyasar markas Komando Utara di pangkalan Dado, Safed, serta posisi artileri di permukiman Dishon. Total serangan yang dilakukan hari itu disebut mencapai 10 kali.
Media Israel Channel 12 melaporkan sedikitnya 30 roket ditembakkan dari Lebanon ke wilayah Israel sejak pagi. Sementara Israel terus melancarkan serangan udara dan operasi darat di Lebanon selatan sejak serangan lintas batas Hizbullah pada 2 Maret.
Otoritas Lebanon menyebut serangan Israel telah menewaskan 1.039 orang dan melukai 2.876 lainnya. Ketegangan ini terjadi di tengah konflik regional yang lebih luas, menyusul serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari yang menewaskan lebih dari 1.340 orang.